Shalat Sambil Menggendong Anak


Seringkali kita kerepotan ketika si kecil sedang rewel dan tidak mau ditinggal oleh orang tuanya. Terutama ketika akan mengerjakan sholat, entah itu di masjid bagi para ayah atau di rumah bagi para ibu. Mungkin, kebanyakan orang tua akan menunggu si anak tertidur terlebih dulu, baru kemudian mengerjakan sholat. Sehingga banyak orang tua yang selalu mengakhirkan sholatnya karena menunggu si anak tidak rewel lagi.

Padahal, Islam adalah agama yang mudah dan tidak memberatkan hamba-Nya dalam hal melakukan ibadah dan keta’atan. Sebenarnya ketika anak rewel dan tidak mau lepas dari pangkuan orang tuanya, kita masih bisa melakukan sholat di awal waktu dan tidak harus menunggu si anak tidak rewel atau tertidur lebih dulu.

Kita bisa saja melakukan sholat sambil menggendong anak. Mungkin anda heran dan bertanya-tanya apakah bisa dan hukumnya diperbolehkan? Jawabannya adalah perkara ini adalah termasuk yang diperbolehkan dalam shalat, adapun tata caranya adalah:

Apabila berdiri, maka digendongnya, dan apabila ruku, maka diletakkannya (dilantai) dan apabila selesai sujud maka digendongnya kembali. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassalam ketika menggendong cucunya, Umamah bin Abi al-Ash Radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana dalam hadits:

Dari Abu Qatadah al-Anshari Radiyallahu ;anhu, ia berkata: Saya melihat Rasulullah shalat mengimami para Sahabat sambil menggendong Umamah bin Abi al-Ash, anak Zaenab putrid beliau Shalallahu ‘alahi wassalam, diatas bahunya, maka apabila ruku beliau meletakannya dan apabila selesai sujud Beliau menggendongnya kembali.

Dan dalam riwayat lain berbunyi:

Apabila berdiri beliau menggendongnya dan apabila sujud beliau meletakkannya. (HR. Bukhari-Muslim, Shahih Muslim Juz 1, hal 385, bab Jawazu Hamlu Shibyan fi shalat. No:543)

About these ads

21 thoughts on “Shalat Sambil Menggendong Anak

  1. emmm… klo memang ada pedoman yang shahih maka ini bisa dipraktikkan oleh ibu2 yang memiliki anak batita dan sejenisnya agar tidak menunda sholat di awal waktu, Insya Allah….

    tapi bagaimana dengan hukum menambah gerakan dalam sholat kalau untuk menggendong dan meletakkannya kembali?

  2. menurut saya sebaiknya ada berapa pilihan
    1.anaknya jangan di gendong. jika mau solat dia diamkan dulu anaknya kan ada waktu masa habisnya solat.
    2. anak adalah godaan ke dua dalam urusan cintanya dengan Allah. jika rewel hingga habis batas waktu solat taruhlah anak di lantai, dan tinggalkan solat. ingat godaan setan berbagai cara bisa juga menggoda lewat anak.
    3. kalau anda bermazhap safi’i di jamin solat anda batal jika menggendong anak seperti yang anda contohkan.

    • Assalaamu’alaykum Akhi,

      Dikatakan anak itu adalah fitnah, bila ia sampai mencegah kita untuk sholat, bila sampai membuat kita lalai dari sholat.
      Sedangkan islam sudah memberi kemudahan, yakni tentang bolehnya menggendong anak sambil sholat.

      Apa antum kira masalah ini hanya dialami oleh ibu-ibu ? Tentu tidak. Bapak-bapak pun demikian. Dan bagi bapak-bapak yang kebetulan sedang ketitipan menggendong anak, sedangkan waktu sholat berjamaan sudah tiba, maka tidak ada jalan lain selain membawa anaknya ke mesjid untuk ikut sholat. Meskipun dengan di gendong.

      Tentu saja, ada beberapa hikmah dari masalah menggendong anak sambil sholat. Yakni diantaranya, si anak dari kecil sudah terbiasa ikut ke mesjid dan mengenal sholat.

      • wa’alaikumussalam.. iya memang benar, dengan adanya artikel ini pun saya mencoba mengetengahkan kepada pembaca bahwa apapun situasinya sholat bisa dilakukan..namun orang awam belum tentu mau dengan kondisi yang merepotkan seperti itu..dan memang kita tidak akan selalu berada dalam kondisi darurat kan? jadi sebaiknya kita pilih waktu dimana kita lapang dan bisa melaksanakan sholat. Apakah anak dititip dulu, sholat bergantian antara suami dan istri dan itu bisa kita atur..

  3. kebanyakan yang komen bilang ……khusyu adalah masalah pribadi masing2……. gini ! ini adalah suatu contoh aja yaa…mau bialng setuju atau gak terserahh……….. … bayangkan kalau kita lagi bab(buang air besar) udah enak2nya ehh malah ada yang datang minta gantian tempat perasaan anda gimana ( enak / tidak ). itu adalah contoh guyonan dan apakah sholat boleh buat guyonan…………….. maaf sebelumnya .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s