<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>@buhanzhalah</title>
	<atom:link href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan Artikel Islam &#38; Pernikahan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2013 06:02:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abuhanzhalah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4e4289cdacb15cad83724b358d486138?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>@buhanzhalah</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/osd.xml" title="@buhanzhalah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Indahnya Sabar Bagi Yang Telat Menikah</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/04/25/indahnya-sabar-bagi-yang-telat-menikah/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/04/25/indahnya-sabar-bagi-yang-telat-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 12:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[sabar dalam menikah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar ketika telat menikah]]></category>
		<category><![CDATA[telat menikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1599</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Bagi anda yang sudah berusia lebih dari 25 tahun dan belum menikah, mungkin sering terlintas sebersit tanya, &#8220;Kapan jodoh saya akan datang?&#8221; Ah, memang seringkali menjadi dilema bagi para anda para jomblowan dan jomblowati yang selalu mengidamkan indahnya kehidupan setelah pernikahan. Walau katanya jodoh itu ada di tangan Allah, tapi kan jodoh juga harus &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/04/25/indahnya-sabar-bagi-yang-telat-menikah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1599&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><strong>Bismillah</strong></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Bagi anda yang sudah berusia lebih dari 25 tahun dan belum menikah, mungkin sering terlintas sebersit tanya, &#8220;Kapan jodoh saya akan datang?&#8221; Ah, memang seringkali menjadi dilema bagi para anda para jomblowan dan jomblowati yang selalu mengidamkan indahnya kehidupan setelah pernikahan. Walau katanya jodoh itu ada di tangan Allah, tapi kan jodoh juga harus dicari agar bisa cepat datang dan menghampiri kita. Lalu bagaimana sikap kita apabila hingga saat ini masih saja belum Allah karuniakan seorang laki-laki atau wanita yang akan menjadi pasangan hidup kita kelak. Mari kita simak Fatwa dari Syaikh Muhammad Sholih Al-Utsaimin dibawah ini.</div>
<div style="text-align:justify;"><span id="more-1599"></span></div>
<div style="text-align:justify;"><strong>Soal:</strong></div>
<div style="text-align:justify;">Saya ingin meminta nasihat kepada Syaikh tentang apa yang saya dan saudari-saudari saya alami, yaitu kami telah ditakdirkan ‘beratap’ tanpa menikah padahal kami sudah melampaui umur menikah dan keputusasaan semakin dekat. Untuk diketahui-Segala puji bagi Allah dan Dia menjadi saksi atas apa yang aku katakana-, kami adalah orang yang mempunyai akhlaq dan kami telah menyandang ijazah. Inilah nasib kami, Alhamdulillah. Namun dari sisi ekonomilah yang membuat tidak ada seorangpun yang berani maju menikahi kami karena kebiasaan di daerah kami khususnya harus ada kesetaraan level antara suami istri untuk pertimbangan masa depan.</p>
<p><strong>Jawab: </strong></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Nasihat yang saya tujukan buat perempuan-perempuan semisal anda atau bagi yang telat menikah-sebagaimana disyariatkan penanya sendiri- yaitu agar mengembalikan semua urusannya kepada Allah dengan berdo’a dan merendahkan diri kepada-Nya agar dikaruniai suami yang diridhoi agama dan akhlaqnya. Jika seseorang telah bertekad keras dalam menghadap kepada Allah, berserah diri kepada-Nya disertai dengan adab-adab berdo’a dan menyingkirkan penghalang-penghalang diterimanya do’a, maka Allah Ta’ala berfirman:</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">“<em>Dan jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka katakanlah Aku sangat dekat. Aku mengabulkan do’a orang yang berdo’a jika ia berdo’a kepada-Ku.. (QS. Al-Baqoroh:186)</em></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><em>“Dan Rabbmu berkata: “ Berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan untukmu.. (QS.Ghofir:60)</em></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Allah merangkaikan antara pengabulan do’a setelah seseorang itu meminta hanya kepada-Nya dan beriman dengannya. Maka tidak ada sesuatu yang aku pandang paling kuat dari berserah diri  kepada Allah, berdo’a dan menunggu kelapangan. Telah shohih dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bahwasanya Beliau bersabda: “ <em>Ketahuilah, bahwasanya pertolongan dengan kesabaran, kelapangan bersama dengan kesempitan, dan kesusahan itu bersama dengan kemudahan.”</em></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Semoga Allah memudahkan urusan mereka dan yang semisal mereka serta diberikan (oleh-Nya) seorang laki-laki sholih yang mereka idam-idamkan demi kebaikan akhirat dan dunia (Fatawa Syaikh Muhammad Sholih al-Utsaimin 2/769-770)</div>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fatwa/'>Fatwa</a> Tagged: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/sabar-dalam-menikah/'>sabar dalam menikah</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/sabar-ketika-telat-menikah/'>sabar ketika telat menikah</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/telat-menikah/'>telat menikah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1599&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/04/25/indahnya-sabar-bagi-yang-telat-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warisan Bagi Istri Yang Dicerai</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/04/24/warisan-bagi-istri-yang-dicerai/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/04/24/warisan-bagi-istri-yang-dicerai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 12:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1596</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: “Apakah wanita yang telah diceraikan oleh suaminya yang kemudian meninggal tiba-tiba setelah menceraikannya mendapat bagian warisan, sementara ia masih dalam masa iddah, atau setelah habis masa ‘iddah?” Jawaban: Wanita yang ditalak, jika suaminya meninggal ketika masih dalam massa iddah, ada dua kemungkinan, yaitu talak raj’i (yang bisa dirujuk) dan bukan raj’i (tidak bisa dirujuk). &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/04/24/warisan-bagi-istri-yang-dicerai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1596&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<div style="text-align:justify;">“Apakah wanita yang telah diceraikan oleh suaminya yang kemudian meninggal tiba-tiba setelah menceraikannya mendapat bagian warisan, sementara ia masih dalam masa iddah, atau setelah habis masa ‘iddah?”</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><strong>Jawaban:</strong></div>
<div style="text-align:justify;">Wanita yang ditalak, jika suaminya meninggal ketika masih dalam massa iddah, ada dua kemungkinan, yaitu talak raj’i (yang bisa dirujuk) dan bukan raj’i (tidak bisa dirujuk).</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Jika itu talak raj’i maka statusnya masih sebagai istri sehingga iddahnya berubah dari iddah talak ke iddah wafat (iddah karena ditinggal mati suami). Talak raj’i yang terjadi setelah campur tanpa iwadh (pengganti talak), baik talak pertama maupun talak yang kedua kali, jika suaminya meninggal, maka si wanita berhak mewarisinya, berdasarkan firman Allah;</div>
<div style="text-align:justify;"><span id="more-1596"></span></div>
<div style="text-align:justify;"><em>Wanita –wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu)tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf</em> (Al-Baqarah:228)</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Dalam ayat lain disebutkan:</div>
<div style="text-align:justify;"><em>“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Rabbmu. Janganlah kamu keluar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hokum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.” (Ath-Thalaq:1)</em></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Allah memerintahkan wanita yang ditalak (raj’i) agar tetap tinggal di rumah suaminya pada masa iddah, Allah berfirman.</div>
<div style="text-align:justify;"><em>“Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.” (Ath-Thalaq:1)</em></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Maksudnya adalah rujuk. Jika wanita yang ditinggal mati suaminya dengan tiba-tiba itu dalam keadaan talak ba’in (yang tidak dapat di rujuk), seperti talak yang ketiga kali atau si wanita memberikan pengganti mahar kepada suaminya agar ditalak, atau sedang pada masa fasah (pemutusan ikatan pernikahan), bukan iddah talak, maka ia tidak berhak mewarisi dan statusnya tidak berubah dari iddah talak ke iddah ditinggal mati suami.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Namun demikian, ada kondisi dimana wanita yang ditalak ba’in tetap berhak mewarisi, yaitu seperti; jika sang suami mentalaknya ketika sedang sakit dengan maksud agar si istri tetap mendapat hak warisan walaupun masa iddahnya telah berakhir selama ia belum menikah lagi. Tapi jika ia telah menikah lagi maka tidak boleh mewarisi (Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darb, Syaikh Ibnu Utsaimin)</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">(Fatwa-fatwa Terkini, Darul Hak)</div>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fatwa/'>Fatwa</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fiqh-islam/'>Fiqh islam</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1596/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1596&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/04/24/warisan-bagi-istri-yang-dicerai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Istri Berpuasa Sunnah Ketika Suami Di Rumah</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/01/01/hukum-istri-berpuasa-sunnah-ketika-suami-di-rumah/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/01/01/hukum-istri-berpuasa-sunnah-ketika-suami-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 23:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum istri puasa sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[istri puasa sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1569</guid>
		<description><![CDATA[Kewajiban seorang istri adalah ta&#8217;at kepada setiap perintah suami dalam perkara-perkara yang baik dan tidak boleh melakukan sesuatu hal tapa izin suaminya, kecuali dalam melakukan suatu ibadah yang wajib baginya. Karena adanya kewajiban tersebutlah, maka ketika istri akan melakukan ibadah puasa sunnah, entah itu puasa senin-kamis, puasa tiga hari dalam pertengahan bulan, dan puasa sunnah &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/01/01/hukum-istri-berpuasa-sunnah-ketika-suami-di-rumah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1569&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Kewajiban seorang istri</strong></span> adalah ta&#8217;at kepada setiap perintah suami dalam perkara-perkara yang baik dan tidak boleh melakukan sesuatu hal tapa izin suaminya, kecuali dalam melakukan suatu ibadah yang wajib baginya. Karena adanya kewajiban tersebutlah, maka ketika istri akan melakukan ibadah puasa sunnah, entah itu puasa senin-kamis, puasa tiga hari dalam pertengahan bulan, dan puasa sunnah lainnya kecuali puasa wajib pada bulan Ramadhan. Istri hendaklah meminta izin kepada suaminya, apalagi ketika suami sedang berada di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini dikarenakan melayani suami adalah perkara wajib yang keberadaannya dibawah puasa sunnah yang tidak mengapa apabila seseorang tidak melakukannya karena ada udzur syar&#8217;i, apalagi karena ada perkara yang lebih wajib dan utama selain perkara sunnah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1569"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Maka hendaklah setiap istri yang akan melakukan ibadah puasa sunnah, dianjurkan untuk meminta izin suaminya terlebih dulu sebagaimana hadits Rasulullah :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Tidak diperbolehkan bagi seorang perempuan berpuasa di saat suaminya di rumah, kecuali dengan seizinnnya</em> &#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan seandainya istri berpuasa karena sudah mendapatkan izin, tapi tiba-tiba suami ingin berhubungan dengan istrinya, maka istri hendaknya membatalkan puasanya. Rosulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wassalam</em> bersabda (artinya):</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; <em>Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, tapi ia menolak untuk datang, lalu suami marah sepanjang malam, maka para malaikat melaknatnya (sang istri) hingga pagi hari</em>. &#8220;(Muttafaq &#8216;alaihi)</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini menunjukkan bahwa menunaikan kewajiban dan hak suami lebih besar pahalanya daripada mengamalkan ibadah sunnah. Begitulah Islam mengatur kita dalam berkeluarga agar meraih kebahagiaan dan mawaddah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: Majalah Al Mawaddah, dengan tambahan dari <a href="http://themenworlds.com" target="_blank">kang ian</a>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fiqh-islam/'>Fiqh islam</a> Tagged: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/hukum-istri-puasa-sunnah/'>hukum istri puasa sunnah</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/istri-puasa-sunnah/'>istri puasa sunnah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1569/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1569&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2012/01/01/hukum-istri-berpuasa-sunnah-ketika-suami-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hipnotis, sihir atau bukan?</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/20/hipnotis-sihir-atau-bukan/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/20/hipnotis-sihir-atau-bukan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 09:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh islam]]></category>
		<category><![CDATA[hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[hukum hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[magis]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[Telah sering kita saksikan di layar televisi, acara-acara reality show yang di dalamnya mengandung berbagai macam unsur magis dan sihir. Namun ada satu bentuk sihir yang sering terluput bagi kebanyakan orang dan telah menjadi sebuah bentuk kriminalitas yang berunsur magis. Sihir ini bernama Hipnotis. Menurut Fatawa Lajnah Da’imah KSA ketika ditanya tentang beberapa masalah, yang &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/20/hipnotis-sihir-atau-bukan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1562&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://4.bp.blogspot.com/_m6rYsQnnjrg/TOI5LEtn1mI/AAAAAAAAABk/vtsXDIIlO3U/s1600/hipnotis2.jpg" alt="" width="186" height="186" />Telah sering kita saksikan di layar televisi, acara-acara<em> reality show</em> yang di dalamnya mengandung berbagai macam unsur magis dan sihir. Namun ada satu bentuk sihir yang sering terluput bagi kebanyakan orang dan telah menjadi sebuah bentuk kriminalitas yang berunsur magis. Sihir ini bernama <span style="text-decoration:underline;"><strong>Hipnotis</strong></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut <strong>Fatawa Lajnah Da’imah KSA</strong> ketika ditanya tentang beberapa masalah, yang satu diantaranya tentang hipnotis. Jawaban mereka adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Hipnotis</strong></span> merupakan salah satu jenis perdukunan (sihir) yang mempergunakan bantuan jin sehingga si pelaku dapat menguasai korban. Jin akan berbicara melalui lisan korban dan memberinya kemampuan untuk melakukan beberapa hal setelah ia menguasai korban. Ini jika jin percaya kepada pelaku hipnotis. Kepatuhan jin ini merupakan imbalan bagi para penghipnotis yang telah mempersembahkan sesuatu kepada jin tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1562"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jin tersebut membuat si korban berada di bawah kendali si pelaku untuk melakukan pekerjaanu atau  berita yang dimintanya dengan bantuan jin tersebut, jika jin itu mempercayai pelaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Atas dasar ini, tidaklah diperbolehkan menggunakan hipnotis dan menjadikannya sebagai cara atau sarana untuk menunjukkan lokasi pencurian, benda yang hilang, mengobati pasien atau melakukan pekerjaan lain melalui pelaku hipnotis. Bahkan, ini adalah syirik karena alasan di atas dan karena hal itu termasuk mencari pertolongan kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala, dalam hal yang sebab-sebabnya bukan sebab biasa yang telah dijadikan oleh Allah dan diperbolehkan bagi makhluk-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian cuplikan dari kumpulan Fatwa Lajnah Daimah, Juz 1, hal 593-594. Ketika menjawab tiga pertanyaan, salah satunya tentang hipnotis. Cet III, 1419 HDar al-‘Ashimah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, hukum hipnotis yang mempergunakan jin (ilmu ghoib dan supranatural), walaupun hasilnya untuk pengobatan, therapi narkoba atau yang lainnya, adalah termasuk bentuk kesyirikan. Maka hal itu terlarang. Jika hipnotis termasuk sihir, maka mempelajarinya pun terlarang. Dan jika perlu berhati-hati menghadapi praktek-praktek sihir yang dikemas dengan teori-teori ilmiah yang berkembang saat ini. Wallahu a’alam.</p>
<p style="text-align:justify;">Disadur dari majalah Al Furqon, dengan tambahan dari pemilik blog.</p>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fatwa/'>Fatwa</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fiqh-islam/'>Fiqh islam</a> Tagged: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/hipnotis/'>hipnotis</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/hukum-hipnotis/'>hukum hipnotis</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/magis/'>magis</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/sihir/'>sihir</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1562/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1562&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/20/hipnotis-sihir-atau-bukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_m6rYsQnnjrg/TOI5LEtn1mI/AAAAAAAAABk/vtsXDIIlO3U/s1600/hipnotis2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Yang Dibenci Saat Buang Hajat</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/19/yang-dibenci-saat-buang-hajat/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/19/yang-dibenci-saat-buang-hajat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 06:55:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh islam]]></category>
		<category><![CDATA[adab buang hajat]]></category>
		<category><![CDATA[etika buang hajat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1559</guid>
		<description><![CDATA[Islam adalah agama yang sempurna dalam segala hal. Tidak ada satu hal pun, baik dalam urusan dunia apalagi dalam urusan akhirat yang diatur dalam Islam. Semua ada syari&#8217;at dan ketentuannya masing-masing baik itu dari Al-Quran ataupun dari Hadits Rasulullah Shalallahu &#8216;alahi wassalam. Sampai-sampai ketika buang hajat pun Islam mengaturnya dengan adanya adab atau etika ketika &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/19/yang-dibenci-saat-buang-hajat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1559&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Islam adalah agama yang sempurna dalam segala hal. Tidak ada satu hal pun, baik dalam urusan dunia apalagi dalam urusan akhirat yang diatur dalam Islam. Semua ada syari&#8217;at dan ketentuannya masing-masing baik itu dari Al-Quran ataupun dari Hadits Rasulullah <em>Shalallahu &#8216;alahi wassalam</em>. Sampai-sampai ketika buang hajat pun Islam mengaturnya dengan adanya adab atau etika ketika buang hajat.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Pada kesempatan kali ini saya akan mengetengahkan satu bahasan tentang hal-hal yang dibenci saat buang air besar. Diantaranya adalah:</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR"><span id="more-1559"></span></p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Makruhnya (dibenci) mencuci kotoran dengan tangan kanan, karena hadits yang bersumber dari Abi Qatadah <em>Rhadiyallahu&#8217;anhu</em> menyebutkan bahwasanya Nabi <em>Shalallahu &#8216;alahi wassalam</em> bersabda: &#8220;<em>Jangan sekali-kali seseorang diantara kami memegang dzakar (kemaluan)nya dengan tangan kanannya saat ia kencing, dan jangan pula bersuci dan buang air dengan tangan kanannnya</em> (Muttafaq&#8217;alaih)</li>
</ol>
<ol style="text-align:justify;" start="2">
<li>Dibenci berbicara saat buang hajat kecuali darurat. Berdasarkan hadits yang bersumber dari Ibnu Umar <em>Rhadiyallahu &#8216;anhu</em> diriwayatkan, <em>&#8220;Bahwa sesungguhnya ada seorang laki-laki lewat, sedangkan Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wassalam sedang buang air kecil. Lalu orang itu memberi salam (kepada Nabi), namun Beliau tidak menjawabnya.&#8221; </em>(Riwayat Muslim)</li>
</ol>
<ol style="text-align:justify;" start="3">
<li>Dibenci pula bersuci (istijmar) dengan menggunakan tulang dan kotoran hewan, dan disunnahkan bersuci dengan jumlah ganjil. Di dalam hadits yang bersumber dari Salman Al-Farisi Rhadiyallahu &#8216;anhu disebutkan bahwa ia berkata, <em>&#8221; Kami dilarang oleh Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wassalam beristinja&#8217; (bersuci) dengan menggunakan kurang dari tiga biji batu, atau beristinja&#8217; dengan menggunakan kotoran hewan atau tulang.&#8221; </em>(Riwayat Muslim)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Dalam riwayat lain Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wassalam juga bersabda, <em>&#8220;Barangsiapa yang bersuci menggunakan batu (istijmar), maka hendaklah diganjilkan.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Demikianlah tiga hal yang dibenci saat buang hajat. Semoga kita bisa mengamalkannya sedikit demi sedikit apa yang diperintahkan oleh syariat dalam buang hajat.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Disadur dari Majalah Nikah, dengan tambahan dari penulis.</p>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fiqh-islam/'>Fiqh islam</a> Tagged: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/adab-buang-hajat/'>adab buang hajat</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/etika-buang-hajat/'>etika buang hajat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1559/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1559&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/19/yang-dibenci-saat-buang-hajat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Sambil Menggendong Anak</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/16/shalat-sambil-menggendong-anak/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/16/shalat-sambil-menggendong-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 07:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[sholat menggendong anak]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sambil menggendong anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1551</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita kerepotan ketika si kecil sedang rewel dan tidak mau ditinggal oleh orang tuanya. Terutama ketika akan mengerjakan sholat, entah itu di masjid bagi para ayah atau di rumah bagi para ibu. Mungkin, kebanyakan orang tua akan menunggu si anak tertidur terlebih dulu, baru kemudian mengerjakan sholat. Sehingga banyak orang tua yang selalu mengakhirkan &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/16/shalat-sambil-menggendong-anak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1551&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;" dir="LTR"><img class="alignleft" src="https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcS1h2SLBBRJ9ZGpmBZocgJJhnF6lfQgKxl-OPpbrCqhzlmoJ2eF" alt="" width="155" height="151" />Seringkali kita kerepotan ketika si kecil sedang rewel dan tidak mau ditinggal oleh orang tuanya. Terutama ketika akan mengerjakan sholat, entah itu di masjid bagi para ayah atau di rumah bagi para ibu. Mungkin, kebanyakan orang tua akan menunggu si anak tertidur terlebih dulu, baru kemudian mengerjakan sholat. Sehingga banyak orang tua yang selalu mengakhirkan sholatnya karena menunggu si anak tidak rewel lagi.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Padahal, Islam adalah agama yang mudah dan tidak memberatkan hamba-Nya dalam hal melakukan ibadah dan keta&#8217;atan. Sebenarnya ketika anak rewel dan tidak mau lepas dari pangkuan orang tuanya, kita masih bisa melakukan sholat di awal waktu dan tidak harus menunggu si anak tidak rewel atau tertidur lebih dulu.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR"><span id="more-1551"></span></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Kita bisa saja melakukan sholat sambil menggendong anak. Mungkin anda heran dan bertanya-tanya apakah bisa dan hukumnya diperbolehkan? Jawabannya adalah perkara ini adalah termasuk yang diperbolehkan dalam shalat, adapun tata caranya adalah:</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Apabila berdiri, maka digendongnya, dan apabila ruku, maka diletakkannya (dilantai) dan apabila selesai sujud maka digendongnya kembali. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu &#8216;alahi wassalam ketika menggendong cucunya, Umamah bin Abi al-Ash Radhiyallahu &#8216;anhu, sebagaimana dalam hadits:</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">&#8220;<em>Dari Abu Qatadah al-Anshari Radiyallahu ;anhu, ia berkata: Saya melihat Rasulullah shalat mengimami para Sahabat sambil menggendong Umamah bin Abi al-Ash, anak Zaenab putrid beliau Shalallahu &#8216;alahi wassalam, diatas bahunya, maka apabila ruku beliau meletakannya dan apabila selesai sujud Beliau menggendongnya kembali.</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Dan dalam riwayat lain berbunyi:</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR"><em>Apabila berdiri beliau menggendongnya dan apabila sujud beliau meletakkannya</em>. (HR. Bukhari-Muslim, Shahih Muslim Juz 1, hal 385, bab Jawazu Hamlu Shibyan fi shalat. No:543)</p>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fiqh-islam/'>Fiqh islam</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a> Tagged: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/sholat-menggendong-anak/'>sholat menggendong anak</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/sholat-sambil-menggendong-anak/'>sholat sambil menggendong anak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1551/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1551&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/16/shalat-sambil-menggendong-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcS1h2SLBBRJ9ZGpmBZocgJJhnF6lfQgKxl-OPpbrCqhzlmoJ2eF" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Meratakan Gigi Bagi Wanita</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/08/hukum-meratakan-gigi-bagi-wanita/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/08/hukum-meratakan-gigi-bagi-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 03:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum meratakan gigi]]></category>
		<category><![CDATA[meratakan gigi]]></category>
		<category><![CDATA[merubah ciptaan allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1545</guid>
		<description><![CDATA[Wanita memang terlahir dengan fitrah senang dengan merias diri. Apa-apa yang tidak bagus yang tampak pada fisiknya, pasti akan membuat wanita cemas dan khawatir akan mengurangi kecantikannya. Maka dari itu banyak wanita yang sibuk dengan perawatan tubuh, atau belanja banyak kosmetik untuk mempercantik diri dan memperindah tubuhnya. Sebenarnya hal ini boleh saja apabila dimaksudkan untuk &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/08/hukum-meratakan-gigi-bagi-wanita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1545&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjXhKYzu2KBA1bbOOxESiwcvFimNhACSod6M49VrKCKtjmabbU7g" alt="" width="163" height="123" />Wanita memang terlahir dengan fitrah senang dengan merias diri. Apa-apa yang tidak bagus yang tampak pada fisiknya, pasti akan membuat wanita cemas dan khawatir akan mengurangi kecantikannya. Maka dari itu banyak wanita yang sibuk dengan perawatan tubuh, atau belanja banyak kosmetik untuk mempercantik diri dan memperindah tubuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya hal ini boleh saja apabila dimaksudkan untuk membahagiakan suaminya dan selama tidak melanggar syari&#8217;at. Namun apabila perbuatan ini hanya untuk menampakan kecantikan dan bentuk tubuh di luar rumah dan pada orang-orang yang bukan mahramnya ditambah pula pada prosesnya dilakukan dengan cara melanggar syari&#8217;at maka hal ini sangat dilarang oleh Islam.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1545"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu hal yang melanggar syari&#8217;at itu adalah perbuatan meratakan gigi pada wanita tanpa udzur. Karena memang biasanya hal ini dilakukan oleh para wanita, Perbuatan ini dilarang oleh Islam karena berusaha merubah ciptaan Allah Subahahu wa Ta&#8217;ala. Untuk lebih jelasnya mari kita simak sebuah fatwa dari Syaikh Sholih bin Fauzan al-Fauzan di bawah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Sholih bin Fauzan pernah ditanya tentang masalah ini: &#8220;<strong>Bolehkah merapikan gigi atau merapatkannya dari satu bagian kepada bagian yang lainnya agar tidak terpisah</strong>?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau menjawab: Apabila hal itu dibutuhkan, seperti terdapat kerusakan pada gigi yang membutuhkan perbaikan, maka hukumnya tidak mengapa. Adapun jika hal itu tidak dibutuhkan, maka hukumnya tidak boleh, bahkan telah datang larangan meruncingkan gigi serta merenggangkannya untuk bergaya. Terdapat ancaman bagi orang yang melakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Shohih Sunan An-Nasa&#8217;I dari hadits Abdullah bin Mas&#8217;ud berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Rasulullah melaknat orang-orang yang memasang tato, menajamkan giginya, mencabut alis matanya, dan yang mengubah ciptaan Allah</em>.&#8221; (HR. An-Nasa&#8217;I 5253, dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam shohih Sunan An-Nasa&#8217;i)</p>
<p style="text-align:justify;">Karena yang demikian itu termasuk perbuatan sia-sia dan juga mengubah ciptaan Allah. Adapun apabila untuk pengobatan misalnya, untuk memperbaiki kerusakan atau hal tersebut dibutuhkan, seperti gihi tidak dapat menggigit makanan kecuali harus memperbaiki atau meratakannya, maka hal ini tidak mengapa (Al-Muntaqo min Fatawa Syaikh al- Fauzan no. 484.3/323)</p>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fatwa/'>Fatwa</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fiqh-islam/'>Fiqh islam</a> Tagged: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/hukum-meratakan-gigi/'>hukum meratakan gigi</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/meratakan-gigi/'>meratakan gigi</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/merubah-ciptaan-allah/'>merubah ciptaan allah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1545&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/12/08/hukum-meratakan-gigi-bagi-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjXhKYzu2KBA1bbOOxESiwcvFimNhACSod6M49VrKCKtjmabbU7g" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Karena Anak Adalah Amanah</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/11/05/karena-anak-adalah-amanah/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/11/05/karena-anak-adalah-amanah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 04:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak amanah allah]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga anak]]></category>
		<category><![CDATA[penjagaan terhadap anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1539</guid>
		<description><![CDATA[Kehadiran anak dalam keluarga merupakan sebuah pelengkap kebahagiaan dalam bahtera rumah tangga kita. Namun begitu banyak kita dengar dan saksikan, anak yang disia-siakan oleh orang tuanya sendiri. Mulai dari masih dalam kandungan ibunya, hingga anak itu sudah lahir ke dunia. Sudah tak terhitung ibu yang melakukan aborsi karena hamil di luar nikah, atau bayi yang &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/11/05/karena-anak-adalah-amanah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1539&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRGYXyvwRJTBLZX9tBEdcea_Vunu2swPUXkrW_gSfauE1PjO3mLaQ" alt="" width="141" height="193" />Kehadiran anak dalam keluarga merupakan sebuah pelengkap kebahagiaan dalam bahtera rumah tangga kita. Namun begitu banyak kita dengar dan saksikan, anak yang disia-siakan oleh orang tuanya sendiri. Mulai dari masih dalam kandungan ibunya, hingga anak itu sudah lahir ke dunia. Sudah tak terhitung ibu yang melakukan aborsi karena hamil di luar nikah, atau bayi yang dibuang begitu saja di tempat sampah dan dilempar ke sungai. Sementara di satu sisi yang lain, banyak sekali pasangan suami istri yang sangat mendambakan anak, tetapi masih juga belum Allah berikan kesempatan untuk memegang amanah mulia tersebut. Sungguh sebuah ironi..</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi anda para suami yang sedang berbahagia karena kehamilan sang istri tercinta, anda yang sedang sedikit stress karena menghadapi istri yang rewel karena ngidam, atau anda yang sedang menanti saat-saat hari kelahiran tiba, berbahagialah dalam menyambut saat-saat itu. Karena ternyata anda dipercaya untuk menjaga amanah tersebut. Berbahagialah karena tidak setiap pasangan bisa seperti anda. Baik anda sebagai seorang suami ataukah itu seorang istri. Kebahagiaan dalam menyambut si kecil keturunan dan generasi kita yang akan melanjutkan perjuangan kita, penerus riwayat keturunan kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1539"></span>Anak adalah titipan dari Allah yang harus kita jaga sebaik mungkin, karena anak adalah investasi masa depan kita. Bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat. Bukankah anak yang soleh akan menjadi penyebab orang tua masuk surga? Oleh karena itu mulailah menjaga si kecil dari sejak dalam kandungan hingga ia lahir, beranjak besar hingga ia dewasa nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Tugas orang tua tidak hanya memberi anak semua kebutuhan dunianya semata, tapi wajib bagi orang tua untuk memberikan anak semua kebutuhan ukhrawinya. Mengajarinya Islam yang benar, mengenal Allah dan Rasul-Nya dan melaksanakan semua perintah dan larangan-Nya. Anak ibarat kertas polos yang siap dicorat-coret oleh orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua ibaratnya sebuah pena yang akan menuliskan apa saja yang orang tuanya mau.</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikanlah wahai para orang tua, jangan sia-siakan anak kita. Jangan sia-siakan amanah Allah tersebut. Karena anak bisa menjadi bumerang maut bagi kita apabila kita tidak bisa menjaganya, apalagi di jaman sekarang yang semuanya begitu mudah bagi anak untuk mengakses berbagai macam informasi, jangan sampai anak menangkap semua informasi yang salah dari lingkungannya, karena itu akan terekam dalam otaknya dan akan menjadi ideologi yang akan menjadi jati dirinya dalam menjalani hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itu, mari mulai sekarang menjadi orang tua yang baik untuk anak kita. Menjadi contoh dan teladan yang baik bagi buah hati kita. Dan mengantarkan mereka ke dalam kebaikan dan kemuliaan sebagaimana anak-anak di jaman Rasulullah yang selalu dididik dengan didikan Islam yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah.</p>
<p style="text-align:justify;">Mulailah dari sekarang atau tidak sama sekali..</p>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/pendidikan-anak/'>Pendidikan Anak</a> Tagged: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/anak/'>anak</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/anak-amanah-allah/'>anak amanah allah</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/menjaga-anak/'>menjaga anak</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/penjagaan-terhadap-anak/'>penjagaan terhadap anak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1539&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/11/05/karena-anak-adalah-amanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRGYXyvwRJTBLZX9tBEdcea_Vunu2swPUXkrW_gSfauE1PjO3mLaQ" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Keridhoan Allah Dengan Menikah</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/11/03/menuju-keridhoan-allah-dengan-menikah/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/11/03/menuju-keridhoan-allah-dengan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 10:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menikah]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan menikah]]></category>
		<category><![CDATA[manikah karena allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1536</guid>
		<description><![CDATA[Ketika usia seseorang semakin bertambah dewasa, maka pola pikir dan cara pandang pun akan semakin berkembang. Pada masa itu, manusia akan dapat dengan mudah memikirkan keberlangsungan hidupnya di masa yang akan datang. Dia pasti akan memikirkan bagaimana dia akan menikah, bagaimana mencari pasangan hidup yang tepat, bagaimana hidup berumah tangga sampai bagaimana dia beregenerasi untuk &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/11/03/menuju-keridhoan-allah-dengan-menikah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1536&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT5Ymj6NdqheRaN2eHymW3-VhCTwmOkqmTOVtI_kzq3GGV0vtEttA" alt="" width="200" height="148" />Ketika usia seseorang semakin bertambah dewasa, maka pola pikir dan cara pandang pun akan semakin berkembang. Pada masa itu, manusia akan dapat dengan mudah memikirkan keberlangsungan hidupnya di masa yang akan datang. Dia pasti akan memikirkan bagaimana dia akan menikah, bagaimana mencari pasangan hidup yang tepat, bagaimana hidup berumah tangga sampai bagaimana dia beregenerasi untuk melanjutkan keturunannya.</p>
<p style="text-align:justify;"> Menikah memang salah satu fitrah manusia yang ternyata mempunyai nilai yang mulia di mata Islam. Bagaimana tidak, menikah menjadi separuh kesempurnaan dari agama kita. Menikah tidak hanya sekedar menyatukan dua insan yang berlainan jenis dalam satu ikatan suci tapi lebih dari itu, makna menikah mempunyai begitu banyak nilai lebih dari berbagai bentuk kemuliaan yang bisa kita raih di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1536"></span> Selain merupakan sebuah fitrah, menikah pun adalah salah satu perintah Allah dimana menikah merupakan sebagai bentuk penjagaan manusia dari berbagai bentuk bahaya perzinaan dan maksiyat-maksiyat lain yang dimana semua bentuk kerusakan-kerusakan di muka bumi ini banyak darinya bersumber dari tidak terjaganya kemaluan dan harga diri manusia dalam melakukan suatu hubungan yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk menikah dalam rangka menjalankan perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wassalam. Mencari keridhoan Allah dalam menikah adalah sebuah tujuan penting yang harus diprioritaskan bagi setiap pasangan muslim yang hendak dan telah menikah. Karena pada dasarnya, semua perbuatan dan ibadah yang kita lakukan adalah untuk semata-mata mencari keridhoan Allah. Disertai niat ikhlas dan dalam prakteknya kita mencontoh Sunnah Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wassalam, maka insya allah perjalanan hidup kita akan dimudahkan oleh Allah dan senantiasa dinaungi keberkahan oleh-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Allah Ta&#8217;ala memudahkan kita untuk menikah dan menjalani pernikahan dengan disertai keimanan dan ketawaan sehingga tujuan pernikahan kita tercapai dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah. Amiin.</p>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/menikah/'>Menikah</a> Tagged: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/keutamaan-menikah/'>keutamaan menikah</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/manikah-karena-allah/'>manikah karena allah</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/menikah/'>Menikah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1536&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/11/03/menuju-keridhoan-allah-dengan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT5Ymj6NdqheRaN2eHymW3-VhCTwmOkqmTOVtI_kzq3GGV0vtEttA" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menghilangkan Pengaruh Negatif Televisi, Mungkinkah?</title>
		<link>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/10/04/menghilangkan-pengaruh-negatif-televisi-mungkinkah/</link>
		<comments>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/10/04/menghilangkan-pengaruh-negatif-televisi-mungkinkah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 04:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kang ian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya televisi]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa bahaya televisi]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh negativ televisi]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuhanzhalah.wordpress.com/?p=1532</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Keberadaan televisi di rumah-rumah kita memang sangat tidak bisa kita hindarkan. Jarang sekali keluarga yang tidak memiliki televisi di rumahnya. Walaupun bahaya televisi tidak bisa kita tawar-tawar lagi akibat banyaknya acara televisi yang tidak mendidik. Tapi tetap saja, masyarakat kita enggan untuk berpisah dengan televisi. Berikut adalah fatwa dari Syaikh  Muhammad bin Sholih al-Utsaimin &#8230; <a href="http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/10/04/menghilangkan-pengaruh-negatif-televisi-mungkinkah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1532&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bismillah</p>
<p style="text-align:justify;">Keberadaan televisi di rumah-rumah kita memang sangat tidak bisa kita hindarkan. Jarang sekali keluarga yang tidak memiliki televisi di rumahnya. Walaupun bahaya televisi tidak bisa kita tawar-tawar lagi akibat banyaknya acara televisi yang tidak mendidik. Tapi tetap saja, masyarakat kita enggan untuk berpisah dengan televisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut adalah fatwa dari Syaikh  Muhammad bin Sholih al-Utsaimin Rahimahullah mengenai menghilangkan pengaruh negtaif televisi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Soal:</p>
<p style="text-align:justify;">Telah tertanam dalam pikiran kebanyakan orang bahwa tidak mungkinmelepaskan diri dari televisi dan menyibukkan diri dengan hal yang lain. Adakah nasihat Syaikh tentang hal-hal yang mungkin dilakukan untuk menyibukkan diri, khususnya bagi mereka yang tidak terbiasa membaca al-quran?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1532"></span>Jawab:</p>
<p style="text-align:justify;">Menyibukkan diri dengan selain televisi adalah hal yang sangat mungkin. Bukan saya yang harus menjawab pertanyaan ini, karena setiap orang mengetahui tentang dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ia menyibukkan dirinya dengan menjahit kalau ia seorang perempuan, atau membaca buku di perpustakaan, dan yang lainnya. Jika ia mampu untuk berjual beli maka hendaklah ia lakukan, begitu pula kalau ia mampu dalam security (keamanan) maka dia bergelut di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pokoknya semua orang pasti mampu untuk menyibukkan diri dan waktunya dalam hal yang bermanfaat, tidak menyia-nyiakannya dalam hal-hal yang tidak berguna (<em>Fatawa Ulama Baladil Harom</em>, hlm. 1246)</p>
<br />Filed under: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/category/fatwa/'>Fatwa</a> Tagged: <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/bahaya-televisi/'>bahaya televisi</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/fatwa-bahaya-televisi/'>fatwa bahaya televisi</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/pengaruh-negativ-televisi/'>pengaruh negativ televisi</a>, <a href='http://abuhanzhalah.wordpress.com/tag/televisi/'>televisi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuhanzhalah.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuhanzhalah.wordpress.com/1532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuhanzhalah.wordpress.com&#038;blog=10452875&#038;post=1532&#038;subd=abuhanzhalah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuhanzhalah.wordpress.com/2011/10/04/menghilangkan-pengaruh-negatif-televisi-mungkinkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4b13ba21548436c54bc4ca05ec31cf93?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuhanzhalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
