Jati diri yang dicari


Masa remaja adalah masa dimana kita bertransisi dari fase anak-anak menuju dewasa. Yup..dan  karakter dewasa itu memang relatif tak terbentuk di setiap orang yang usianya diatas 17 tahun. Buktinya..kita bisa lihat saja di kehidupan masyarakat. Walau sifat kekanak-kanakan selalu ada di setiap orang tapi ketika sifat itu lebih mendominasi terutama ketika kondisi kita dihadapkan pada sebuah masalah, maka sifat dewasa sangat dibutuhkan disini. Dan penjajakan menuju dewasa ini kita namakan fase remaja. Begitulah kira-kira analisa dari seorang mahasiswa akuntansi hehe.

Tapi ngomong-ngomong saya tidak akan membicarakan masalah ini dari segi psikologis ataupun sosial kemasyarakatan. Saya tidak berhak untuk itu, dikarenakan pengetahuan saya mengenai masalah psikologis sangat sedikit sekali dibandingkan pengetahuan saya mengenai uang ( halah..). Tapi benar, saya itu tidak bisa bicara lebih banyak melebihi apa yang saya tahu dan tentunya saya lebih mengetahui tentang diri saya sendiri. Jadi lebih baik saya menceritakan tentang diri saya saja daripada saya membicarakan orang lain yang bisa menjadi ghibah dan mendapatkan dosa.😀

Baiklah..ketika saya remaja, kira-kira ketika saya masuk SMP usia saya waktu itu 13 tahun. Oh iya, mungkin disini kita bisa katakan dengan bahasa yang lebih syar’i yaitu baligh. Karena menurut pandangan agama islam, masa baligh adalah masa dimana seorang muslim udah dikenakan kewajiban syari’at dan sudah ditetapkan adanya pahala dan dosa dalam setiap amalannya.

Dan tanda-tandanya seorang itu baligh menurut pandangan agama islam sama dengan apa yang dijelaskan oleh pihak kedokteran diantaranya bagi laki-laki adalah terjadinya mimpi basah ( keluarnya sperma ketika tidur secara alami ), tumbuhnya kumis, jenggot dan rambut yang lainnya yang kini ada di diri anda semua hehe, begitu juga dengan wanita, diantaranya adalah keluar darah haidh dan mekarnya ( caielah kaya bunga aja mekar hehe ) beberapa anggota badan yang tidak perlu saya sebutkan karena saya bukan ahlinya hehe. Oke dan semua tanda-tanda itu telah terjadi dalam diri saya, jadi kalo begitu saya udah baligh yah? hehe..embeer. Saya bukan lagi udah baligh..tapi udah waktunya dinikahin.

Saya akan sedikit bercerita mengenai diri saya, mohon disimak dengan baik-baik ( hehe g penting banget ). Ini memang g penting, tapi bagus juga untuk sedikit mengenang dan mengulang kembali memory saya waktu ABG. 😀 Walaupun saat-saat itu g akan pernah saya temukan lagi, walaupun saya begitu mengidam-idamkan untuk bisa kembali ke jaman dulu dan mengulangnya lagi dari awal. Tapi saya sadar , bahwa saya bukan Nobita yang bisa balik ke jaman dulu pake mesin waktunya Doraemon.

Hmmm…ya sudahlah tidak perlu nyesel yang berkepanjangan gitu, toh masih ada harapan untuk menjadi orang yang baik. Oke..back to the topic, dulu, ceritanya saya pernah ngalamin yang namanya cinta pertama, saya g sebutin cinta monyet. Karena istilah itu terlalu mempopulerkan hewan idolanya Darwin. Hehe..trus saya pernah bikin genk anak sekolah yang walaupun g sempet merekrut banyak anggota tapi sempat beberapa kali bikin proyek bolos dan bikin keonaran hehe..(don’t try this at ur school ), saya juga dulu adalah seorang musicmania yang akut. Pecinta musik keras dan cadas walaupun saya g terlalu banyak larut dalam gaya atau istilahnya yaitu korban mode.

Baiklah, tapi sudah cukup contoh aibnya. Mengapa saya bisa begitu..? ternyata saya dulu terperangkap dalam lingkungan yang kurang sehat, mm..maksud saya bukan kumuh tapi pergaulannya yang kurang baik. Waktu sekolah saya terhitung pintar, tapi karena saya berteman dengan orang-orang  yang berandalan, broken home, dan nyeleneh. Akhirnya saya jadi terbawa. Oh oh oh ternyata faktor lingkungan dan teman-teman mempengaruhi saya. Lalu yang kedua mungkin karena Televisi yach. Televisi telah membentuk jiwa saya yang labil waktu itu menjadi sedikit bandel dan lebih banyak gak nurutnya sama orang tua. Jadi waspadalah terhadap televisi..

Pfuiih..Kalo misalnya saya ceritakan semuanya pasti akan sangat membosankan..biarlah kata saya juga ini hanya membuka memory saya dulu sekaligus mereview supaya saya lebih bisa memahami apa dan bagaimana jati diri saya yang sebenarnya. Oh iya..padahal judulnya itu pencarian jati diri yah..hehe😀

Makasih

85 thoughts on “Jati diri yang dicari

  1. Ooooo….ini namanya sharing proses pencarian jati diri…
    Jadi tau perjalanannya..hehe.. sebenernya sih emang pengen tau kenapa Kang Ian jadi sempet suka musik underground (tapi gak pernah ditanyakan)..
    Nice experience..

    • 😀 ya begitulah mbak xixi.. ^^ jadi malu..ambil hikmahnya aja mbak ^^
      mm mbak coba deh postingan saya mengenai paranoid kalau g salah ^^
      disitu udah saya jelaskan🙂
      makasiih

  2. hmm… jati diri saya dlu sama seperti kang ian, mengalami cinta pertama hehehe😛

    tapi bukan cinta pertama yg mw dibilang, emosinya yang masih labil, trus egois banget diriku, suka marah2, sering ke rumah teman nggak bilang2, tapi nggak terlalu bandel lah, masih bisa di waspadai, wajar masa remaja masa dimana mencari jati diri…🙂

    (jd ingat masa2 smp dlu🙂 )

  3. Masa lalu biarlah berlalu, yg penting Kang Ian sekarang bukan Kang Ian yg dulu, kang Ian sekarang Kang ian yg Soleh.. berwawasan Agama luas, Ustadz juga…
    SUkes kang… sy banyak belajar dari postingannya kang Ian.
    Piss:mrgreen:

  4. Jati diri ? Apaan ya ? Kayanya dari dulu sampai sekarang gini2 aja deh. Aku juga bingung. Sampai kapan jati diri akan kutemukan dalam hidup ini sehingga tak lagi buatku ragu tuk melangkah😦

  5. faktor pergaulan mmang sngat mmpengaruhi seseorang kang, apalgi remaja. ga usah d ceritkan smuany, sangat.. sangat… mmbosankan mmbacanya… wakakaka

    [..Oke dan semua tanda-tanda itu telah terjadi dalam diri saya..]
    betewe, sampean jg haid ya kang..??? wkakakaka *piss*😀

  6. kebanyakan kita pasti pernah melakukan hal-hal aneh dan nyeleneh dimasa remaja. tapi beruntunglah jika Allah memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.

    Salam Kenal…
    Semoga slu dalam keimanan dan kesehatan. amin

  7. sebuah pencarian jati diri, rata-rata pasti pernha melakukan hal2 yang nyeleneh, ga penting dan gila juga kale yah hehe…
    tapi memang itulah sebuah proses pendewasaaan dan juga pencarian, tanpa itu semua kita tidak akan pernah menemukan jati diri kita sendiri sebenernya hoho…

  8. Mencari jati diri…. hmmm… doktrin psikologis yang salah menurutku

    Aku pernah mendengar bahwa itu adalah sebuah propaganda orang-orang yahudi untuk mengarahkan pada generasi targetnya untuk tidak berpegang pada agamanya.

    Dengan memikirkan jati diri saya ada dimana maka seorang anak (abg) akan mencari sesuai hati dan nafsunya, yang 99% tidak akan melibatkan ilmu agama, sehingga akhirnya kerusakan generasi ada di mana-mana…

    hayooo buang jauh-jauh pencarian jati diri… cukupkan bahwa hidup ini adalah untuk ibadah..

    • haha..g juga bang..justru jati diri itu ya kita ini sebagai muslim🙂 jati diri inilah yang membedakan kita dengan umat yang lainnya..banyak dari kita yang telah kehilangan jati dirinya sebagai muslim🙂 mode mode barat..prinsip2 barat..dan kehidupan nyeleneh lainnya. lain halnya mencari jati diri tapi dengan melakukan tindakan tindakan nyeleneh lainnya..itu tidak dibenarkan pastinya🙂
      makasiih atas tanggapannya..
      intinya ada hikmah dibelakang itu semua..
      insya alloh bermanfaat

      • Yaap itulah maksudku juga…
        mengapa generasi sekarang dibiarkan dan disuruh mencari jati dirinya sendiri-sendiri…

        Kalau di sekolah-sekolah umum rasanya setauku gak ada yang pernah mengarahkan bahwa kita adalah generasi muslim sehingga harus memiliki jati diri seorang muslim

        yang ada setauku kita disuruh oleh bapak guru untuk mencari jati diri masing-masing, apa yang dirasa baik itulah yang dipilih, makanya banyak dari anak-anak sekarang pengin jadi artis, pemusik, pemain bola karena bener-bener bebas disuruh menciptakan jati diri masing-masing…

  9. salah satu hal yang paling rumit dalam hidup adalah memahami diri kita, potensi dan tempat (bidang) yang cocok untuk kita bisa berkarya secara maksimal. ini bukan proses yang singkat. bukan hanya satu atau dua tahun. tapi menahun atau bahkan seumur hidup.
    selamat menyelami diri dech.

  10. pergaulan memang sangat penting menentukan karakter seseorang.

    hati2lah mas dengan bagaimana kita ‘memprogram’ diri kita sendiri,kalau sudah terprogram sulit buat kembali meresetnya😛

    • haha kaya program komputer aja y mas ^^🙂
      g bisa direset lagi?😀 tergantung niat untuk berubah juga kali y mas🙂
      makasih atas kunjungan dan komentarnya ^^

  11. walah….!!!!
    IMHO mereka itu ndak patut dijauhi jugha…hanya dimengerti. bukan menjadi salju di tengah sahara yang buat salju itu lumer dan mencair karenanya…toh sedikitsedikt jugha bisa digiring ke yang lebih baik baru klu akut sumrakut ditinggal dah…

    enak jugha ternyata klu cuman diomongin doang kayak gini, well buktikan!!!

    ganbare…!!!

  12. hihih.. kang ian curhat tentang pengalamn pribadi neh..

    masa-masa remaja..

    emang bener..sedapat mungkin pilih temen yang bisa mengajak kita ke hal yang baik..

    alhamdulillah aq dapet temen baik2 semua euy..jadi ga sempat jadi mafia waktu sekolah:mrgreen:

    • hihi..sedikit berbagi mbak fit..
      semoga bisa diambil hikmahnya🙂
      alhamdulillah atuh..lagian kalao bandel tu identiknya sm cowok deh ^^
      makasih atas kunjungannya

  13. kelak akan ketemu juga jati dirinya kok de, selama kita hidup kita selalu mencari jati diri hingga menuju arah kestabilan… ^^ carilah terus jati dirimu dengan jadi dirimu sendiri… jangan pedulikan orang lain yang reseh.

  14. kalau jati cianjur banyak di toko bangunan,,😀

    begitulah hidup, pribadi seseorang lebih banyak dibentuk oleh lingkungannya. Seperti berteman dengan penjual parfum atau pandai besi.

  15. hahayyy…berkunjung fren’:mrgreen:
    hm,,,banyak berubah nih blognya…

    tetap positif, semangat!!
    do the best, bismillah… ^^v

  16. lingkungan memang banget – banget mempengaruhi….
    agak sama sih, sempet suka sama musik – musik gituan.

    postingan yang ada paranoidnya yang mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s