Obrolan tentang Tahlilan


Di sebuah kampung..terjadi percakapan antara Pak RT dengan Kang Ian.

Tok..tok..Assalamu’alaikum” sahut seseorang dari luar.
Wa’alaikumussalam..siapa yah?” Kang ian yang lagi istirahat setelah mandi sore ini bertanya dari dalam.
Ini Pak RT, Kang..! lagi ada di rumah?” Sahut seseorang itu lagi.

https://i1.wp.com/www.swaberita.com/wp-content/uploads/2008/10/tahlilan.jpgSelanjutnya disingkat saja K : Kang Ian dan P : Pak RT
K: ” Oh Pak RT..ada apa pak? Iya nih baru pulang kerja..”
P: ” Ini kang..tetangga kita kan Pak Udin tadi siang meninggal..”
K: ” Innalillahi wa inna ilaihiraaji’un… kenapa pak meninggalnya? ”
P: ” Anu..sakit kang, maklumlah beliau kan udah tua… ”
K: ” Ohhh..tapi jenazahnya udah dimakamkan kan? Maaf saya tadi lagi dikantor Pak jadi gak bisa ikut membantu..”
P: ” Ohh ya g papa kang..udah beres koq diurus sama warga yang lain. saya cuma mau ngundang Kang Ian aja nanti sore ba’da sholat isya di masjid buat ikut acara Tahlilan di Rumah Pak Udin..gimana Kang Ian bisa kan? ”
K: ” Mmmm…gimana yah pak? Saya bukannya tidak menghormati. Mohon maaf ni pak..apalagi sebagai warga baru disini, saya memang belum tahu adat istiadat disini..saya memang agak keberatan kalau untuk mendatangi acara seperti itu..”
P: ” Loh memangnya kenapa kang..? Bagus kan..Wah jangan-jangan Kang Ian ini orang yang anti Tahlilan dan Maulidan yah..”
K: ” Waduhh hehe..gimana ya pak? Mmm kalau Pak RT gak keberatan, mending kita ngobrol-ngobrol di dalam aja pak. Kebetulan istri saya tadi barusan buat goreng pisang nih..enak loh pak pisang goreng bikininan istri saya. Mari pak..masuk dulu ke dalam, saya juga ingin ngobrol-ngobrol ni sama Pak RT. Biar lebih akrab aja pak..Mangga pak..silakan masuk, gak enak kalau ngobrol di teras…”
P: ” Wah apa tidak merepotkan ni kang..iya sih ini saya terakhir ngunjungi rumah Kang Ian, karena rumah Kang Ian kan di ujung..Jadi  habis dari sini rencananya saya langsung pulang..”
K: ” Tidak merepotkan koq pak RT, malah saya senang Pak RT bisa mampir kesini. Rumah saya terbuka buat siapa aja..apalagi buat Pak RT. Oh iya pak sebelumnya saya mau ngucapin terima kasih karena Pak RT udah bantu saya ngurusin surat-surat pindahan saya. Maklum pak keluarga baru ni hehe masih belum banyak pengalaman. Ngomong-ngomong Pak RT mau minum apa ni..Teh atau Kopi?
P: ” Ah itu mah emang udah tugas saya kang, sebagai Pak RT ya saya seharusnya membantu warga saya sendiri. Oh iya air teh aja kang..makasiih “

K: ” Baik pak RT..sebentar ya, saya masuk ke dalam dulu..”

Tidak berapa lama…

Silakan baca di halaman 2

56 thoughts on “Obrolan tentang Tahlilan

    • berarti g mau dengerin ilmu dong..panjang pendek itu tergantung pembahasannya..kalau kita malas, sesuatu ilmu yang sedikit aja pasti akan terasa panjang..apalagi disertai dengan pembahasan yang panjang juga..
      terima kasih dan salam..

      • nah, masalahnya gak semua orang tuh rajin ndengerin Pak….

        jadi penyampaian ilmu pun kadang harus menyesuaikan dengan mad’u nya

        begitu??….

        oya, kebanyakan orang suka yg simple2 aja
        🙂

        wah, aku kebanyakan comment nih
        maaf ya Pak…

        • perlu diluruskan deh..islam ini kaffah, jadi apa yang ada di dalamnya memang harus disampaikan. mengenai isi dari tulisan saya, sudah jelas ada makna dan tujuan yang ingin saya sampaikan. memang terlihat panjang karena saya sampaikan dengan gaya obrolan. Kalau mau ke intinya ya jelas jelas sangat simple. bahwa apa yang tidak ada dalam al quran dan assunnah khusus dalam perkara agama kita tidak boleh mendahului mereka dalam melaksanakannya. semua perkara ibadah yang diluar dari apa yang ada dalam alquran dan assunnah itu adalah suatu yang diada-adakan. jadi simple kan..ambil yang ada dan tinggalkan yang g ada.
          dan sekali lagi mengenai panjang pendeknya pembahasan itu tergantung dari kasusnya..saya percaya yang baca itu tingkat intelektualnya pada tinggi karena sudah bisa berselancar di dunia internet. adapun ketika ada orang yang malas membaca suatu pembahasan ataukah tidak itu tergantung dan kembali ke individu..
          yang jelas saya ingin menjabarkan masalah ini menurut versi saya sendiri..
          adapun mengenai beberapa kelemahan didalam tulisan ini saya mohon dimaklum..
          semoga bermanfaat..
          terima kasih atas komentarnya
          salam

    • saya g marah koq mbak🙂
      saya senang diskusi dan tidak senang debat ^^
      diskusi itu kita share ilmu bukan untuk saling menjatuhkan..
      saya rujuk koq kalau ada kesalahan..walau mungkin saya agak2 sedikit ngeyel..
      makasih atas apresiasinya
      jangan bosan mampir ke blog saya..
      salam

  1. mungkin diperlukan waktu yang cukup lama untuk merubah pemahaman seseorang tentang tahlilan, apalagi di kampung saya kalau gak manut cara kampung bisa di kucilkan dan di anggap bawa aliran sesat malahan, atau mungkin di perlukan seorang ulama yang punya nama dan yang mau mendobrak tradisi di masyarakat kita yang sudah menganggap itu adalah wajib, makasih ilmunya bang, walau untuk saya pribadi belum bisa menerapkanya tapi ini menjadi ilmu yang bermanfaat

    • memang betul mas..tapi kalau untuk menyebarkan luas ke seluruh masyarakat memang gak mungkin apabila kita sendiri yang memulai..makanya saya mengambil hati pak RT karena Pak RT adalah sebagai pimpinan makanya beliau pasti punya wewenang atas warganya ^^
      jangan takut untuk menyampaikan kebenaran asal dengan cara yang baik saja ^^
      makasiih mas atas tanggapannya🙂

  2. yap emang benar sprt itu,,,nah strategi yg berat itu menyampaikannya mas,,, trik yg menarik jg klo kita sering2 pedeKate m tokoh masyarakat mungkin banyak kebiasaan2 sprt itu akan punah sprt perbuatan2 bid’ah gitu. syarat utamanya ketika kebiasaan itu mengakar maka generasi penerusnyalah yg wajib meluruskan dan jgn sesekali mengatasnamakan budaya (muludan dsb)

    • setuju mbak ^^…
      kalau tokoh masyarakat sudah menerima sunnah maka insya alloh masyarakat akan dengan sendirinya menerimanya juga..karena biasanya masyarakat itu kebanyakan taklid dan hanya mengikuti kebanyakan orang..
      semoga bermanfaat dan terima kasih atas komentarnya🙂

  3. Penasaran lanjutan crita hal 2 nya soalnya nggak keliatan kang kl pke HP🙂 ,,
    But,overall hal 1 menarik apa lagi pas liat gambarnya mudah-mudahan bikin orang inget akhirat…

    Salam persahabatan ,-

  4. Kang “K” … gimana dgn perayaan Isra’ Mi’raj Nabi SAW ?
    btw apakah pernah dilakukan di zaman Nabi kita masih hidup? Sekarang dlm kalender kita menjadi hari libur nasional …🙂

  5. sebenarnya sama saja dengan tahlilah…peringatan-peringatan yang tidak dicontohkan rasulullah dan para sahabatnya tapi sdh seakan akan menjadi keumuman dan budaya bahkan ada yang menganggap sunnah..
    walllahua’alam..itu urusan pemerintah..saya sih ikutan pemerintah aja kalau suruh libur mah hehe😀
    makasih mas..

  6. waduh… untuk yang satu ini maaf kita berbeda kang…… menurut saya budaya2 sinkretisme ini sudah dibahas di jaman para wali penyebar agama Islam di pulau Jawa, jika saya saya menyalahkan Ijtima’ para wali di pulau jawa berarti saya menyalahkan cara mereka menyebarkan agama Islam di pulau jawa dong….. pada waktu itu hampir mustahil kang melawan budaya yg sudah mengakar di dalam masyarakat, animisme dan dinamisme dan pengaruh budaya agama hundustan sudah begitu kuat mengakar di masyarakat kita… mungkin para wali di masa itu hanya ingin sekedar memberi warna Islami pada kebudaayn yg sudah ada, lagian bukan hanya tahlilan dan maulifan yg tidak ada di mas Rasulullah SAW, bahkan al Qur’an pada masa itu masih berupa lembaran2 mushaf dan pengeras suara masjid juga tidak ada…… toh yg dilafadzkan dalam tahlilan adalah bacaan tahlil bukan mantra2 seperti di masa lalu…. maaf jika saya sok tau ^^

    • silakan..itu prinsip saya..
      saya hanya berpegang teguh kepada apa yang ada dalam alquran dan assunnah yang sudah pasti valid nash dan dalilnya..adapun para wali, saya hanya menemukan bukti bukti sejarah berupa kuburan-kuburannya saja. sementara bukti bukti ilmiah berupa buku atau karangan walaupun ada tapi jumlhanya hanya sedikit sekali. jadi saya insya alloh berpegang teguh kepada apa yang sudah menjadi landasan utama umat islam yaitu Al Quran dan Assunnah.
      Dan apa saja yang salah dan menyimpang dari ajaran alquran dan assunnah yang shahih entah itu dari kyai, wali, ustadz manapun berhak kita kritisi karena islam sudah sempurna tidak membutuhkan penambahan ataupun pengurangan dalam bentuk apapun.
      islam agama yang mudah..apa-apa yang tidak diajarkan dan dicontohkan oleh Allah dan Rasul-Nya tidaklah perlu kita lakukan. Yang sudah diajarkan dan dicontohkan aja orang banyak belum tahu dan diamalkan, jadi buat apa kita bersusah payah untuk melakukan sesuatu yang tidak ada contohnya dari Rasulullah.
      adapun untuk perkara2 duniawi itu beda mas..tolong dibedakan..terima kasih

        • saya tidak mengatakan salah dan sesat..tolong diperhatikan mas..jangan sampai anda emosi dan salah memahami maksud saya.
          kalau mas menerima dan dengan dengan jujur mengakui bahwa apa yang saya jelaskan adalah hak dari Alloh dan Rasul-Nya alhamdulillah dan terima kasih..tapi apabila mas menyangkalnya, silakan disertakan bukti-bukti sanggahan berupa dalil dari alquran dan assunnah..
          saya hanya ingin islam ini bersih dari berbagai macam bentuk ibadah yang dibuat-buat tanpa ada landasan yang benar dan semata2 hanya dilandaskan dengan cara istihsan ( menganggap baik semata )
          rasanya sudah cukup mas penjelasan saya..
          adapun untuk menilai setiap person, individu orang per orang bahwa ia sesat, mubtadi’, salah dll itu bukan hak saya tapi hak Alloh semata..
          disini saya hanya menjelaskan ilmu..
          kaidahnya jika diterima silakan..kalau tidak diterima tidak apa-apa..
          wallahua’alam
          terima kasih atas komentarnya🙂

        • saya gak emosi kok kang , saya itu orangnya terbuka dan sedang dalam masa pencarian…. jadi harap dimaklumi jika saya klw nanya agak ngotot… jujur saya sendiri dibesarkan dalam kultur NU yg menganggap tahlilan adalah sesuatu yg wajar. selama ini penjelasan tentang dilarangnya tahlilan yg saya terima dari teman2 selalu setengah2 dan tanpa dasar hukum agama yg kuat, jadi saya masih ragu2 , gak papa kan kang kita saling bertukar informasi di sini ? ^^

        • barokallahu fika..
          mas agama itu mudah..udah saya jelaskan..
          kalau mas masih tetap dengan prinsip mas ya silakan..
          islam tanpa paksaan..
          toh pada akhirnya Alloh yang akan menilai kita..
          ilmu sekecil apapun yang datangnya dari orang yang sehina apapun..baiknya kita terima jikalau itu haq datangnya dari Alloh dan Rasul-Nya
          semoga kita diberikan kemudahan oleh Alloh untuk bisa memahami agama ini
          amiin..
          wallahua’alam..

  7. wah enk bgt ya punya pak rt yg langusung menerima pndpt kita,🙂

    klw disini mah lain atuh kang… di beri pengertian sama yang masih muda katanya malah sok ngajarin… eh malah dibilang aliran sesat lagi…ckckck

    ffiiuuhh…

    terima kasih kang buat artikel nya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s