Obrolan Tentang Sutrah


P: Nah kang..gini loh…sambil disambi yah..saya koq heran yah ngeliat Kang Ian kalau Sholat itu Koq suka ngedeketin dinding atau tiang masjid..kenapa itu Kang? emangnya ada perintahnya..?

K: Oh itu pak..itu namanya Mendekati Sutrah..

P: Apa kang? Sutra? Bukannya Sutra itu Merk alat kontrasepsi?

K: Ah Pak RT ada-ada aja hehe..Sutrah Pak, dibacanya Sutroh..

P: Nah sutrah itu apa Kang? Coba dijelasin..

K: Kalau secara gampangnya sutrah itu pembatas sholat..jadi kalau kita sholat kita hendaknya menghadap ke Sutrah bisa berupa dinding atau tembok..

Dalilnya diantaranya :

Ibnu Umar –radhiyallahu anhu– berkata, “Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

لاَ تُصَلِّ إِلاَّ إِلَى سُتْرَةٍ وَلاَ تَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْكَ, فَإِنْ أَبَى فَلْتُقَاتِلْهُ فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِيْنَ

”Janganlah kamu shalat kecuali menghadap sutroh (penghalang), dan janganlah kamu biarkan ada seorang pun lewat di hadapanmu. Jika dia enggan (untuk dicegah), maka perangilah dia. Karena sesungguhnya orang itu disertai teman (setan).” [HR. Ibnu Khuzaimah (820). Hadits ini dikuatkan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Talkhish Sifah Ash-Sholah (hal.7)].

P: Waduh..sadis amat..emang begitu kang?

K: Hehe secara leterlek emang kaya gitu Pak..itu menandakan pentingnya sutrah ini..ada lagi haditsnya yang berbunyi

“Maka sesungguhnya syetan melewati antara dia dengan sutrah.” Dari Sahl bin Abu Hitsmah -Radhiyallahu ‘anhu-: Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam-, beliau berkata:

“Artinya : Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekatinya, sehingga syetan tidak memutus atas shalatnya.”

yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam al-Mushannaf (1/ 279), Ahmad di dalam al-Musnad (4/ 2), ath-Thayalisi di dalam al-Musnad no. (379), al-Humaidi di dalam al-Musnad (1/ 196), Abu Dawud di dalam as-Sunan no. (695), an-Nasa`i di dalam al-Mujtaba.

P: Ouh begitu ya Kang..memang sih ya kalau kita sholatnya kaya gitu kita aman yah gak ada yang bisa ngelewati kita..

K: Iya Pak..setidaknya orang lain pun faham dan gak akan lewat, kalaupun ada yang sampai memaksa ya kita halangi saja pake tangan. Karena orang yang melewati orang yang sedang sholat itu bisa kena dosa loh, di dalam hadits disebutkan :

Sekiranya orang yang lewat di depan orang yang sedang sholat tahu betapa besar dosanya, ia lebih baik berdiri selama empat puluh (Abu Nadr berkata, “aku tidak tahu apakah beliau mengatakan empat puluh hari, 40 bulan/40 tahun) di depan orang itu daripada melaluinya. (HR. Bukhori dan Muslim, dan riwayat lain oleh Ibnu Khuzaimah).

P: Wah berat juga ya kang kalau gitu..

K: Iya Pak..sebenarnya mudah kan kalau hanya untuk mendekati dinding atau tiang dalam sholat..Insya Alloh itu lebih mendekati sunnah

P: Ya ya..trus kalau dalam sholat berjama’ah sutrahnya apa?

K: Nah kalau dalam sholat berjama’ah, bagi ma’mum yang paling depan sutrahnya ya sang iman, untuk ma’mum yang di belakang, sutrahnya ma’mum yang didepannya..begitu pak..

P: Owhh..nah kalau di masjid yang luas gimana?

K: Ya kalau kita gak bisa menjangkaunya, bisa memakai tas kita atau barang yang kira-kira tingginya sepelana kuda / unta. Dalilnya dari Thalhah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Artinya : Jika salah seorang dari kalian telah meletakkan tiang setinggi pelana di hadapannya, maka hendaklah ia shalat dan janganlah ia memperdulikan orang yang ada di belakangnya.” dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahih-nya no. (499).

P: Ya ya..saya akhirnya mengerti..aduuh ternyata selama ini saya sholatnya suka dimana aja..Semoga Alloh mengampuni saya

K: Hehe gak papa..yang penting kan sekarang sudah tahu..kalau yang dulu-dulu sebelum kita tahu, mudah-mudahan Alloh memaafkan..

P: Insya Alloh..makasih ni kang atas penjelasannya..kira-kira ada bukunya gak kang yang membahas masalah ini?

K: Ada Pak..Pak RT beli saja Buku Shifat Sholat Nabi Karya Syaikh Nashiruddin AlBani..Insya Alloh disana lengkap.

P: Wah kalau gitu nanti kalau Kang Ian ngaji, saya nitip yah..

K: Insya Alloh Pak..ingatan saja nanti pak..

P: Insya Alloh kang..Wah gak kerasa yah dah hampir 1 jam..Saya kira cukup kang..khawatir Istrinya Kang Ian ngambek nanti hehe

K: Hehe gak papa pak..kan udah ngasih tahu tadi..Kalau begitu saya mau pamit saja kalau ngobrolnya sudah..terima kasih atas jamuannya..

P: Sama-sama saya yang terima kasih kang, Eh bentar ini nih dibungkusin aja buat Istrinya..lumayan..

K: Wah Pak RT ini baik sekali…saya malah dibawain segala. Terima Kasih kalau begitu..

P: Gak papa Kang..mumpung ada..

K: Baiklah Pak kalau gitu..saya pamit dulu..salam saya untuk Ibu. Terima Kasih Banyak..Mari Pak..Assalamu’alaikum

P: Mari Kang..Wa’alaikumussalam..

Sumber Hadits dari sini dan sini

43 thoughts on “Obrolan Tentang Sutrah

        • udah di email kan..
          tambahin kata nextpage duh jadi ilang kalao ditulis kode lengkapnya di komen..potong aja tapi masuk ke tampilan html nya dulu..
          kalau upload mp3 g bisa soalnya harus di hosting sendiri g bisa di wp.com kecuali harus di upgrade dulu spacenya n bayar jadinya

  1. saya juga pernah tuh kalau salat sunah kan saya suka taro Tas saya didepan saya sebagai sutrah,.. tapi setelah salat kadang ada orang yang nanya, “kenapa mas mesti taro tas di depan tempat salat sih?”
    ya sudah saya jelaskan seperti yg apa kang ian jelaskan,. 🙂
    semangat kang!^^

  2. Assalamu’alaikum,

    1. shaft pertama, tepat belakang bahu sebelah kanan imam, itu posisis favoritku dan alhamdulillah, sering mendapatkan posisi ini

    2. mohon berbagi ilmunya untuk membuat halaman, karena sepertinya postingan saya juga membutuhkan hal ini

    3. mohon berbagi ilmunya untuk membuat scroll untuk blogroll dll,

    4. terima kasih ilmunya, segalanya

    Wassalamu’alaikum

  3. Obrolannya pake ketawa2 gitu yah, “Hehehe” :D…

    Sebetulnya kebanyakan masyarakat belum paham tentang masalah sutrah ini. Biasanya kalau sholat dengan jamaah yang duduk di depan sebagai sutrah pindah tempat, terus orang yang shalat melangkah ke depan sampai mendekati sutroh yang lain, orang-orang pada ngeliatin gak ngerti… bilangnya kok ada orang sholat sambil jalan 😀

  4. sutrah setinggi pelana kuda/unta, itu kira2 seberapa ya?? klo biasanya di masjid kampus cuma memanfaatkan barang seadanya, ex. buku, jam tangan, kacamata

    sutrah pada hakikatnya digunakan untuk mencegah agar orang lain tidak lewat di depan orang yang lagi sholat

    bagaimana dg barang2 kecil spt kacamata? apakah sudah disebut sebagai sutrah, dimana asumsi jamaah yg sholat disana, barang2 tersebut sudah bisa digunakan untuk mencegah orang lewat di depannya ketika sholat.

    terimakasih…

    • ya mbak bisa perkirakan saja..mbak pernah melihat pelana kuda kan? ^^..
      yang sekiranya orang tahu bahwa kita sedang sholat dan menghadap sesuatu..
      ya itu tadi kalau bisa ya mendekati tiang, tembok atau hijab..bisa dengan barang-barang yang besar..semisal tas dll..
      terima kasih atas komentarnya 🙂

  5. serus kang ian dah nikah…??
    wah kapan itu…??
    selamat atu kang kalau gitu….

    wah baru beberapa hari ga ngeblog dah ketinggalan berita neh ….
    hehehe…

    salam n selamat buat pengantin baru….

  6. wah makasih yaa kang buat artikelnya jadi tau sekarang gimana hukumnya orang yang melwati org lagi shalat… ternyata dosanya besar juga yaa

    nice post kang ian 🙂

    (nunggu artikel selanjutnya neh, wah kalau begini terus jadi enak menemani bulan puasa 😛 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s