Obrolan Tentang Jilbab


Di sebuah ruang makan di salah satu rumah, terjadi percakapan antara suami dan istri. Yaitu Kang Ian dan Istrinya.

K: Kang Ian dan I: Istri

I: Hmmm..kerjaan di kantor tadi gimana A? Lancar?

K: Alhamdulillah..seperti biasanya, kalau Ade gimana tadi di Sekolah?

I: Alhamdulillah juga…yah walaupun terkadang anak-anak susah banget diaturnya padahal sudah kelas 6 SD.

K: Ya belajarlah..itung-itung kalau nanti punya anak sendiri kan gak kaget. Awas jangan galak-galak loh jadi Ibu Gurunya..hehe

I: Gak lah..aku kan bukannya galak, tapi tegas.  Kan seorang guru harus punya wibawa di depan murid-muridnya.

K: Iya sih..tapi kalau sama Aa jangan pasang muka tegas yah..hehe

I: Ih apa sih…Mmm ngomong-ngomong, gimana rasanya A masakanku hari ini?

K: Mmm..Enak dong..lumayanlah buat pemula mah hehe..belanja dimana tadi pagi sebelum berangkat ngajar?

I: Itu di Warung Bu Eni. Yang dekat rumah Pak RT.

K: Ouh..gimana dah kenal sama-sama ibu-ibu komplek sini?

I: Ya gitu deh..aku kan gak banyak omong. Paling ramah tamah aja sama ibu-ibu disana, aku kan gak suka ngegosip..

K: Alah..katanya kalau di Ruang Guru itu, Ibu-ibu Gurunya juga suka ngegosipin suaminya hehe..

I: Yeeh..tapi aku kan gak ikutan, cuma nyimak aja koq..dikiiit…

K: Huu sama aja atuh..awas aja kalau Aa digosipin..

I: Iih Ge-er banget deh..siapa dirimu?

K: Hahaha..tapi gak ada masalah kan tinggal di daerah sini?

I: Enggak sih..paling Ibu-ibu pada nanya, Eh mbak..warga baru yah, tinggal disebelah mana, suaminya kerja dimana..

K: Waduh..kaya polisi aja diinterogasi..

I: Ya wajar lah namanya juga ibu-ibu..

K: Trus jawabnya gimana?

I: Ya dijawab aja seadanya sambil milihin belanjaan, lagian kan aku gak ada banyak waktu mau berangkat ngajar juga..

K: Ouuh..trus nanya apa lagi?

I: Trus nanya-nanya..Eh mbak itu Guru yah? Koq pake seragam dinas..

K: Emang Ibu Guru..trus trus..

I: Iyah jawabku..Ngajar di SD Negeri di Kota. Trus pada nanya..Eh mbak jilbabnya panjang banget deh emangnya gak ribet yah..apalagi ngajar..jadi gak keliatan seragamnya ketutup jilbab..

K: Hehe..pada heran kali yah..emang sih kayanya jarang banget nemuin wanita berjilbab panjang di sini..apalagi yang pake cadar…

I: Hayoo..ketahuan. Suka nyariin wanita berjilbab ya ngaku..

K: Yeehh bukan gitu kalii..cemburu aja..Hahaha

I: Dasar cowok..

K: Udah..udah..trusnya gimana?

I: Ya udah aku jelasin aja, Iya ibu-ibu..saya memakai jilbab seperti ini karena Alloh dan Rasul-Nya menyuruh wanita muslimah untuk menutup auratnya di Al-Quran disebutkan bahwa “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka “. (Al-Ahzab: 59)

K: Wah belanja sambil dakwah dong..

I: Dikit sih..trus kata ibu-ibunya rame..ouhh jadi jilbab itu ada dalam Al-Quran yah..kirain pake  jilbab tuh buat yang sudah tua aja..atau yang udah pergi haji..

K: Gubrakks…pantesan aja kalau pake jilbabnya cuma ikut-ikutan sih..gak tahu dalilnya jadi aja gak istiqomah..

I: Ya gitu deh..aku senyum aja ngeliat ibu-ibu itu rame..

K: Ya udah sekalian kalau ketemu sama ibu-ibu itu lagi kasih tahu aja sifat-sifat jilbab dan pakaian bagi muslimah itu seperti apa..

I: Emang seperti apa?

K: Jilbab itu dikatakan sesuai dengan syariah  apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Menutupi seluruh badan

Tidak diberi hiasan-hiasan hingga mengundang pria untuk melihatnya
Allah berfirman :
Katakanlah (Ya Muhammad) kepada wanita-wanita yang beriman: hendaklah mereka menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluan mereka, dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak darinya. Hendaklah mereka meletakkan dan menjulurkan kerudung di atas kerah baju mereka (dada-dada mereka)… (An-Nuur: 31)

Tebal tidak tipis
Rasulullah  bersabda :
Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang…
Kemudian beliau bersabda ;

“…laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat”. (HR. Ath Thabrani dalam Al Mu`jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani dalam kitab beliau Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, hal. 125)

Kata Ibnu Abdil Baar t: “Yang dimaksud Nabi  dalam sabdanya (di atas) adalah para wanita yang mengenakan pakaian dari bahan yang tipis yang menerawangkan bentuk badan dan tidak menutupinya maka wanita seperti ini istilahnya saja mereka berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang”.

Lebar tidak sempit
Usamah bin Zaid c berkata: Rasulullah  memakaikan aku pakaian Qibthiyah yang tebal yang dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau maka aku memakaikan pakaian itu kepada istriku. Suatu ketika beliau bertanya: “Mengapa engkau tidak memakai pakaian Qibthiyah itu?” Aku menjawab: “Aku berikan kepada istriku”. Beliau berkata : “Perintahkan istrimu agar ia memakai kain penutup setelah memakai pakaian tersebut karena aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya”. (Diriwayatkan oleh Adl Dliya Al Maqdisi, Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan, kata Syaikh Al-Albani t dalam Jilbab, hal. 131)

Tidak diberi wangi-wangian
Karena Rasulullah  bersabda :
Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu ia melewati sekelompok orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu pezina.” (HR. An Nasai, Abu Daud dan lainnya, dengan isnad hasan kata Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 137)

Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Abu Hurairah z mengatakan: “Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 141)

Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Karena Rasulullah dalam banyak sabdanya memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang kafir dan tidak menyerupai mereka baik dalam hal ibadah, hari raya/perayaan ataupun pakaian khas mereka.

Bukan merupakan pakaian untuk ketenaran, yakni pakaian yang dikenakan dengan tujuan agar terkenal di kalangan manusia, sama saja apakah pakaian itu mahal/ mewah dengan maksud untuk menyombongkan diri di dunia atau pakaian yang jelek yang dikenakan dengan maksud untuk menampakkan kezuhudan dan riya.

Berkata Ibnul Atsir: Pakaian yang dikenakan itu masyhur di kalangan manusia karena warnanya berbeda dengan warna-warna pakaian mereka hingga manusia mengangkat pandangan ke arahnya jadilah orang tadi merasa bangga diri dan sombong. Rasulullah bersabda:

Siapa yang memakai pakaian untuk ketenaran di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian dinyalakan api padanya”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dengan isnad hasan kata Syaikh Albani dalam Jilbab, hal. 213)

I: Wah apa ibu-ibunya ngerti kalau dijelasin gituh?

K: Hehe ya gak tahu juga..pinter-pinter aja itu mah ngejelasinnya. Daripada acara belanja dipake buat ngegosip..iya gak?

I: Iya sih..ya udah deh nanti akan nyoba. Sambil dakwah juga ya A dikit-dikit…

K: Iya lah..Insya Alloh kan Hidayah mah datangnya dari Alloh. Kalau gak ajak ke rumah gitu. Itu loh kemarin Bu RT juga minta diajarin ngaji katanya..

I: Iyah Insya Alloh aku lihat waktunya dulu..

K: Ya udah kalau gitu, Aa mau ngerjain kerjaan kantor dulu bentar yah..mmm Makasih atas makan malamnya..hehe

I: Iyah sama-sama..besok mau request apa?

K: Apa yah..terserah deh. Yang penting enak..

I: Ya udah..aku beresin meja dulu..

K: Iya..

Akhirnya percakapan itu pun usai..

Rujukan dari sini

104 thoughts on “Obrolan Tentang Jilbab

  1. wah bagus…bagus… jadi lebih ngerti masalah tentang jilbab, sebenarnya sudah tw hanya saja senang lihat cara penjabarannya… lebih menarik nggak bosen😉

    salam kang ian🙂

  2. Para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak ketinggalan dalam memberi hasungan untuk menikah. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata kepada Sa’id bin Jubair rahimahullahu: “Apakah engkau telah menikah?” “Belum,” jawab Sa’id. Ibnu ‘Abbas berkata, “Menikahlah! Karena sebaik-baik umat ini adalah orang yang paling banyak istrinya.” (HR. Al-Bukhari no. 5069)
    Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seandainya tidak tersisa umurku kecuali hanya semalam, niscaya aku menyenangi bila aku memiliki seorang istri pada malam tersebut.” (Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 4/128)

    Ngomong-ngomong, kang ian manggil istrinya gmn? hihihi…masa cuma istrinya yg manggil aa’

  3. jadi teringat blog saia😛

    wah, jadi kalo pake banyak hiasan gag dianjurkan ya? padahal yg laris yg banyak hiasannya itu…

  4. obrolan yg manis dgn sang istri🙂 ga nyangka kang ian punya istri😀
    alhamdulilah ibu2nya mau menerima penjelasan seperti itu, klo yg saya alami malah mereka menganggap saya berlebihan…radikal dsb😦😀 biarlah…huahahahahaha…

  5. Assalamualaikum kang…. Salam kenal ya..

    Subhanallah… Asyiknya percakapan di meja makannya dan juga sambil belajar…. Sama seperti saya,, terkadang percakapan seperti itu bisa terjadi… Istri saya ngajar di SDIT, dakwahnya justru berhadapan dengan orang yang sudah diberi tahu dalilnya tetapi masih berat untuk melaksanakan, jadinya sambil menunggu saja….

    • wa’alaikumussalam🙂
      salam kenal juga mas ^^
      dakwah itu dengan bil hikmah dan yang penting adalah contoh..kalau sudah maksimal tinggal berdo’a aja ^^
      makasih mas sudah berkunjung ..

  6. assalamualaikum kang ian ^_^

    lucu banget ceritanya..
    hikmahnya ma-jleb-jleb lagi ^o^

    abdi tunggu deh postingan selanjutnya, hohoho..

    “Blogging Niatkan Ibadah (BNI mode on)
    salam kenal ^^

  7. eh kang ian menikahnya kapan sih?
    bukannya kmrn2 msh mau meminang sang rembulan?
    *ketinggalan info*

    smg bisa istiqomah *saia jg* *amin*

    • kayanya melakukan perkara berbarengan yaitu berjilbab secara lahir dan batin itu lebih baik🙂
      dengan memulai lahirnya dulu itu merupakan sebuah awal yang baik ^^

  8. wah ngobrol skalian dakwah tu bgus bngt tuh.. dari pada ngobrol yg ngomongin orang lbh baik ngobrolnya kyk gni smbil berdkwah.. nmbah pahala…

  9. Pingback: Pesona Jilbab Sexy | themenworlds

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s