Hukum Istri Berpuasa Sunnah Ketika Suami Di Rumah


Kewajiban seorang istri adalah ta’at kepada setiap perintah suami dalam perkara-perkara yang baik dan tidak boleh melakukan sesuatu hal tapa izin suaminya, kecuali dalam melakukan suatu ibadah yang wajib baginya. Karena adanya kewajiban tersebutlah, maka ketika istri akan melakukan ibadah puasa sunnah, entah itu puasa senin-kamis, puasa tiga hari dalam pertengahan bulan, dan puasa sunnah lainnya kecuali puasa wajib pada bulan Ramadhan. Istri hendaklah meminta izin kepada suaminya, apalagi ketika suami sedang berada di rumah.

Hal ini dikarenakan melayani suami adalah perkara wajib yang keberadaannya dibawah puasa sunnah yang tidak mengapa apabila seseorang tidak melakukannya karena ada udzur syar’i, apalagi karena ada perkara yang lebih wajib dan utama selain perkara sunnah tersebut.

Maka hendaklah setiap istri yang akan melakukan ibadah puasa sunnah, dianjurkan untuk meminta izin suaminya terlebih dulu sebagaimana hadits Rasulullah :

Tidak diperbolehkan bagi seorang perempuan berpuasa di saat suaminya di rumah, kecuali dengan seizinnnya ” (HR. Al-Bukhari)

Dan seandainya istri berpuasa karena sudah mendapatkan izin, tapi tiba-tiba suami ingin berhubungan dengan istrinya, maka istri hendaknya membatalkan puasanya. Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (artinya):

Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, tapi ia menolak untuk datang, lalu suami marah sepanjang malam, maka para malaikat melaknatnya (sang istri) hingga pagi hari. “(Muttafaq ‘alaihi)

Hadits ini menunjukkan bahwa menunaikan kewajiban dan hak suami lebih besar pahalanya daripada mengamalkan ibadah sunnah. Begitulah Islam mengatur kita dalam berkeluarga agar meraih kebahagiaan dan mawaddah.

Sumber: Majalah Al Mawaddah, dengan tambahan dari kang ian.

19 thoughts on “Hukum Istri Berpuasa Sunnah Ketika Suami Di Rumah

  1. ini bang ane mw nanyaa..,
    kalok yang memenuhi kebutuhan kaluarga selauruhnya adalah si istri apkah.., masih wajib sang istri izin kepada suami., dengan dalih sang suami sakit dan tak dapt berbuat apa2..,

    • i ye tuh bagaimana…
      Contoh sy nih…saya banting tulang cari nafkah…smentara suami di rumah..hanya menunggu counter pls yg hasilnya g seberapa trus sakit lagi…
      Apakah masih wajib bagi saya kepada suami? Kalau mmg begitu sebenernya sampai di mana sih batasan kewajiban saya sebagai istri dan dimana hak2 saya yang selama ini tidak saya dapati?
      Apakah semua kewajiban suami harus saya yang menanggung…

    • untuk sejati dan surya:
      hendaknya masih meminta izin dan keridhoan istri walau dari segi syariat tetaplah suami yang harus bekerja dan memberi nafkah..namun dikarenakan sakit yang membuat suami tidak maksimal dan mengharuskan istri bekerja..maka hendaklah keduanya untuk saling mengerti dalam satu komitmen semoga allah memberikan yang terbaik untuk anda..wallahu’alam..

  2. Maturnuwun mas ilmunya….benar2 bermanfaat dan semoga bisa membuat keluarga utuh sakinah mawadah warahmah…buat para istri semoga barokah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s