Indahnya Sabar Bagi Yang Telat Menikah


Bismillah
Bagi anda yang sudah berusia lebih dari 25 tahun dan belum menikah, mungkin sering terlintas sebersit tanya, “Kapan jodoh saya akan datang?” Ah, memang seringkali menjadi dilema bagi para anda para jomblowan dan jomblowati yang selalu mengidamkan indahnya kehidupan setelah pernikahan. Walau katanya jodoh itu ada di tangan Allah, tapi kan jodoh juga harus dicari agar bisa cepat datang dan menghampiri kita. Lalu bagaimana sikap kita apabila hingga saat ini masih saja belum Allah karuniakan seorang laki-laki atau wanita yang akan menjadi pasangan hidup kita kelak. Mari kita simak Fatwa dari Syaikh Muhammad Sholih Al-Utsaimin dibawah ini.

Warisan Bagi Istri Yang Dicerai


Pertanyaan:

“Apakah wanita yang telah diceraikan oleh suaminya yang kemudian meninggal tiba-tiba setelah menceraikannya mendapat bagian warisan, sementara ia masih dalam masa iddah, atau setelah habis masa ‘iddah?”
Jawaban:
Wanita yang ditalak, jika suaminya meninggal ketika masih dalam massa iddah, ada dua kemungkinan, yaitu talak raj’i (yang bisa dirujuk) dan bukan raj’i (tidak bisa dirujuk).
Jika itu talak raj’i maka statusnya masih sebagai istri sehingga iddahnya berubah dari iddah talak ke iddah wafat (iddah karena ditinggal mati suami). Talak raj’i yang terjadi setelah campur tanpa iwadh (pengganti talak), baik talak pertama maupun talak yang kedua kali, jika suaminya meninggal, maka si wanita berhak mewarisinya, berdasarkan firman Allah;

Hipnotis, sihir atau bukan?


Telah sering kita saksikan di layar televisi, acara-acara reality show yang di dalamnya mengandung berbagai macam unsur magis dan sihir. Namun ada satu bentuk sihir yang sering terluput bagi kebanyakan orang dan telah menjadi sebuah bentuk kriminalitas yang berunsur magis. Sihir ini bernama Hipnotis.

Menurut Fatawa Lajnah Da’imah KSA ketika ditanya tentang beberapa masalah, yang satu diantaranya tentang hipnotis. Jawaban mereka adalah sebagai berikut:

Hipnotis merupakan salah satu jenis perdukunan (sihir) yang mempergunakan bantuan jin sehingga si pelaku dapat menguasai korban. Jin akan berbicara melalui lisan korban dan memberinya kemampuan untuk melakukan beberapa hal setelah ia menguasai korban. Ini jika jin percaya kepada pelaku hipnotis. Kepatuhan jin ini merupakan imbalan bagi para penghipnotis yang telah mempersembahkan sesuatu kepada jin tersebut.

Continue reading