Memaknai Tujuan


Bismillah

Ketika kita terbangun di pagi hari, terbersitkah dalam hati kita. Mau apa kita hari ini? Rutinitas yang membosankan terkadang hanya menjadi teman kita dalam menghabiskan jatah hidup kita hari ini. Perenungan akan berbagai macam janji perubahan menuju arah yang lebih baik pun seakan hanya menjadi sebuah proposal yang tidak pernah kita tahu untuk siapa ini kita tujukan.

Ketika kita berjalan diatas panas terik matahari siang ini, terbersitkah dalam hati kita. Sedang apa kita saat ini? Berbagai kebutuhan hidup yang terus memaksa kita untuk tetap terus bertahan dalamĀ  usaha keras mengapresiasi hidup kita. Dan kita pun hanya bisa berjalan sendiri-sendiri tanpa mengindahkan sorot mata yang melemah di sepanjang jalan kita.

Dan ketika kita melangkah gontai di sore ini, terbersitkah dalam hati kita. Mau kemana kita kembali? Kelelahan yang sangat dan lemahnya persendian kita selalu memaksa kita untuk menatap senja dengan enggan. Terang ini akan berubah menjadi gelap gumam kita.

Dan ketika kita menarik selimut kita malam ini, terbersitkah dalam hati kita. Apa yang kudapat hari ini? Ketika kita menatap kembali ke atas dinding. Membaca tiap baris janji-janji kita untuk bisa menjadi lebih baik dari kemarin. Hingga lama-lama kita pun menutupkan mata tertidur dan mengawali episode mimpi kita hingga terlupakanlah tujuan yang seharusnya kita gapai di hari kemarin.

Mungkin masih ada esok untuk kita kembali mengulang cerita kita, Mungkin saja..