Anakku, Kalo udah gede mau jadi apa??


Dulu..sewaktu saya masih kecil. Saya suka ditanya sama ayah saya.. ” Aa..kalau udah gede mau jadi apa?? “ dengan lantang saya menjawab “Ingin menjadi Tentara…! ” Hehe gagah banget kayanya. Tapi setelah gede qadarullah gak jadi tentara. Dengan badan kecil kaya saya ini mana bisa menjadi tentara? Tapi bukannya mau menggerutu trus nyalahin taqdir. Kan gak boleh..walau akhir-akhir ini saya sedang menjalani program penambahan berat badan biar badan saya jadi sedikit berisi, tetap saja badan saya gak gede-gede.

Malah yang gede perut saya..xixi karena asupan makan yang masuk ke perut tidak diolah dengan banyaknya aktivitas. Gerakan saya sehari-hari tidak jauh paling dari depan komputer, kamar mandi, masjid, kampus, warung makan. Sudah itu saja..kebanyakan duduk di depan komputer berjam-jam. Selebihnya paling tidur karena keseringan begadang. Memang pola hidup saya beberapa tahun sekarang ini jadi sedikit berubah. Kalau kata teman-teman saya sih seperti kalong, itu loh kelelawar yang gede. Tapi yang pastinya bukan jadi batman soalnya kalau batman kan kerjanya memberantas kejahatan,lha kalau saya memberantas apa? hama? apa virus? xixi.

O yah..berbicara cita-cita, pastinya para pembaca mempunyai cita-cita kan? Pasti ketika kecil kalau ditanya sama orang-orang “Adek kalau udah besar mau jadi apa? ” pasti jawabnya ada yang bilang mau jadi polisi, dokter, tentara, pilot dll. Wah subhanallah sungguh suatu cita-cita yang mulia ya..tapi sudahkah ketika kita sekarang ini menjadi seorag yang dicita-citakan tersebut? Kalau saya sudah jelas tidak bisa. Hehe. Mungkin memang saya tidak cocok kali kalau kerja yang berat-berat. Tapi bukan jadi kuli panggul loh 😀 maksudnya kan saya dulu sempat sekolah di Teknik otomotif eh ternyata berat juga ya apalagi harus kotor-kotoran makanya akhirnya saya gak bisa fokus disana.

Apakah saya salah mengambil jurusan? Hmm tidak juga sih, soalnya itu kan kemauan saya sendiri. Mungkin saya belum mengerti apa arti resiko dari setiap pekerjaan dan profesi, jadi saya hanya menuruti kata hati saya saja walaupun kata hati saya itu bertentangan dengan realita kehidupan saya. Ah tapi alhamdulillah saja ya..kan hidup harus disyukuri. Alloh yang telah memberikan semua kebaikan ini pada saya..teman-tema juga jangan lupa bersyukur ya ^^

Continue reading

Dek..pakailah jilbabmu


De…udah gede qo g pake jilbab sih?” Tanya Saya.

Mmm…iya mas, ntar aja pake nya kalo dah SMA..kan sekarang baru mau masuk SMP !!” Jawab sang adik.

Ooooh…..???? ” Jawab Saya.

Jadi miris hati saya mendengarnya..ketika saya bertanya pada salah seorang adiknya temen. Saya jadi inget bahwa saya juga masih punya adik cewek dirumah. Alhamdulillah adik saya tidak susah untuk saya suruh pake jilbab dirumah maupun ke sekolah.

Saya jadi takut..kalo adik atoupun ummi tidak bisa berhijab dengan hijab yang syar’i. Dulu…terkadang saya dengan sedikit memaksa menyuruh adik saya pake jilbab walopun masih duduk di Sekolah Dasar. Soalnya saya takut kalo tidak dibiasakan dari kecil, nanti kalo sudah gedenya malah susah untuk pake.

Dan memang cara ini cukup efektif, karena justru dengan pembiasaan inilah anak ataupun adik kita menjadi tidak canggung lagi untuk memakainya. Intinya tanamkan bahwa jilbab ini merupakan sebuah kewajiban bagi seorang wanita. Sebagaimana yang tercantum dalam al-Qur an :

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka.” (QS. An Nur: 31)

Tentunya dengan cara yang baik, dan bertahap…dan yang tak kalah pentingnya adalah berilah contoh dari sang ibu ataupun kita apabila kita seorang akhwat sebagai orang yang pertama kali mengaplikasikan apa yang kita perintahkan pada anak ataupun adik kita. Jangan sampai kebalikannya…ibu nyuruh anak wanitanya pake jilbab, eh si ibu nya malah buka auratnya, dandan menor, terkadang saya juga suka heran ketika naik bus ataupun ketika jalan…melihat ada seorang ibu yang sedang jalan dengan anak wanitanya, ( yang tentunya sudah gede… ) terlihat sangat beda sekali penampilannya…si ibu memakai kerudung dan pake gamis, eh koq anak gadisnya ”gaul” banget yah. Pake jeans sama T-shirt yang ketat..Astagfirullah…gak salah tuh bu ?? Anak gadisnya direlakan untuk ” ditonton ” sama laki-laki ” hidung belang ” – ” buaya darat….” busyett….:D

Yah…memang terkadang semuanya butuh pengorbanan. Ada yang gak mau pake jilbab karena takut gak bisa dapat pekerjaan, takut gak dapat jodoh ( lho?? bukanya seorang ikhwan yang salih ingin mendapatkan seorang muslimah yang salihah yang senantiasa menjaga kehormatannya dengan memakai jilbab syar’i? ) takut dicemooh orang, takut g cantik lagi, (lho…kalau menurut saya justru kalau pake jilbab yang syar’i…kelihatan tambah cantik deh!:D ) memang banyak macam alasan dan syubhat yang sering dilontarkan oleh wanita muslimah jaman sekarang ini untuk menunda melaksanakan kewajiban syari’at yang satu ini.

Nah..sekarang tinggal kewajiban kita ( khususnya para akhwat) untuk istiqomah memakai hijab yang syar’i dan mendakwahkannya, mengajak saudari-saudarinya, ibunya, untuk segera memakai hijab yang syar’i yang sesuai dengan ketentuan dari Allah dan Rasul-Nya.

Saya berdo’a kepada Allah semoga saya dan temen-temen semua bisa tetap istiqomah..insya Allah. Amiin…

Jakarta, 12 November 2007 – Dari Blog saya yang ini

hijab syar'i

hijab syar'i