Obrolan Tentang Taubat


Disebuah Warung Makan, disela-sela waktu istirahat kantor  terjadilah percakapan antara Kang Ian dengan  Teman Kerjanya, sebut saja Bang Asrul. Petugas Security di Kantor Kang Ian.

K: Kang Ian dan B: Bang Asrul

B: Wah tumben ni Kang, gak bawa bekal makan siang?

K: Iya ni bang, istri lagi kurang enak badan jadi gak masakin sarapan..

B: Ohh..kasian. Ya sudah sekali-kali makan diluar, nostalgia waktu bujangan kan? Hehe..

K: Hehe bisa aja si Abang..

B: Enak yah sekarang mah ada yang masakin..

K: Iya ni bang alhamdulillah..Abang kapan ni mau menyusul?

B: Wah kalau saya mah gak tahu..udah umur 35 juga belum ada yang mau ni kang..

K: Emangnya kenapa gitu bang..

B: Ehmm mungkin Kang Ian belum tahu yah cerita masa muda saya..

K: Belum..memangnya dulunya kenapa gitu bang? Maaf ni bang saya cuman gak ngerti aja..

B: Yeahh..saya sih sebenarnya malu Kang cerita ini. Tapi ya sudahlah..semoga cerita saya ada hikmahnya buat Kang Ian..

K: Waduh saya jadi penasaran ni Bang…maaf ya bang gak cerita juga gak papa..

Continue reading

I don’t know what to do..


Pernahkah kita merasakan hidup yang kita jalani terasa sangat membosankan? Jawabannya sering. Dan mungkin, hanya sedikit orang yang begitu menikmati apa yang dia lakukan dalam hidup ini. Sebenarnya bagaimanakah cara agar hidup yang kita jalani ini bisa selalu kita nikmati? Jauh dari rasa jenuh dan tentunya semua kemudahan menghampiri kita. Jawabannya tentu kembali ke diri kita masing-masing, karena walau bagaimanapun juga kita sendiri lah yang memanage kehidupan kita dan tentunya semua tanggung jawab atas apa yang kita lakukan, diri kita sendiri lah yang menanggungnya. Mau itu baik ataupun buruk, pasti semuanya akan mempengaruhi kehidupan kita di masa sekarang dan tentunya masa depan nanti.

Maka dari itu..mulai saat ini kita harus pintar memanage hari-hari kita, walau saya akui..untuk memulai semua itu sangat sulit. Coba saja, terkadang kita itu terlalu sibuk sehingga kita merasa 1 hari yang kita lalui itu sangatlah kurang sekali untuk kita, tapi seringkali juga kita merasa 1 hari kita berjalan begitu lambat. Detik demi detik terasa begitu lama berjalan, kita hanya stagnan diam di tempat and I don’t Know What to do…

Memang ini sangat menyangkut sekali dengan yang namanya manajemen hidup, bagaimana kita mengatur setiap detik waktu kita. Mau berjalan penuh dengan manfaat ataukah dengan kesia-siaan. Dan sayangnya, kebanyakan dari kita melewati hari-harinya dengan penuh kesia-siaan. Entah disadari ataukah tidak, setiap detik yang kita lalui dengan kesia-siaan telah menghilangkan setiap kesempatan kita untuk menjadi lebih baik, menjadi lebih pintar dan lebih bermanfa’at buat diri kita sendiri maupun buat orang lain.

Continue reading

Kematian Pengantin Palestina


Bismillah

Hai teman, maafkan saya lagi UAS ni ( Ujian Agak Serius ) di Kampus. Jadi saya agak stuck kalau harus buat tulisan baru hehe ya udah daripada gak update ni blog. Saya mau ngasih sebuah cerita mengharukan ni dari sebuah majalah. Ni cerita udah lama banget dah tahun 2006 😀 waktu itu saya baru tobat hahaha. Buat mengingat Tragedi di Palestina juga deh daripada saya dibilang cuek bebek hehe. Saya juga sedih cuma saya bisa apa? do’a aja kali yah untuk semua kaum muslimin disana. Oke deh ini dia ceritanya. Agak agak berbau nikah sih hehe pasti pada demen 😀

========

Telah banyak perayaan pernikahan para pengantin, akan tetapi pengantin di palestina kali ini, bukanlah seperti pengantin yang lain. Jika anda mendatanginya, tentu anda mencium aroma harum minyak kasturi.

Dua tahun sebelum ditulis kisah ini, tersebutlah seorang pemuda palestina yang sedang mempersiapkan perayaan pernikahannya. Dia dikenal sebagai salah satu da’i yang ikhlas. Pada hari yang dijanjikan itu, dilaksanakanlah pesta pernikahannya. Dia memakai baju nikahnya dan tercium aroma harum dari pakaiannya. Pada saat itu, di malam itu, sebagaimana halnya para pengantin, senyuman enggan beranjak pergi dari kedua bibirnya. Setiap kali bertemu dengan seseorang dia menyalami dan mengucapkan salam kepadanya. Dia memegang erat tangan temannya dan tidak melepaskan hingga teman yang lain datang menyusul menyalaminya.

Dia adalah seorang yang rajin shalat malam pada setiap malamnya., rajin puasa pada setiap hari senin dan kamisnya.  Kepribadiannya tenang, tidak banyak tingkah. Pandangannya sellau tertunduk ( kebawah ) menatap tanah. Ia tidak membiarkan pandangannya kekanan atau kekiri. Ketika dia ditanya, kenapa engkau seperti ini? Dia berkata, ” Malu adalah cabang dari keimanan.”

Tatkala ia sendirian, ia membaca al-Qur an dengan mengangkat suara. Jika bergabung  berkumpul dengan orang lain terlihat gerakan-gerakan bibirnya. Sebagian orang menyangka bahwa dia mengidap getaran-getaran dibibirnya. Ketika dia ditanya tentang hal itu dia malah tertawa sembari berkata, “ Ah, itu kan biasaa..”.

Continue reading