Seputar Sahur


Bismillah

Sahur merupakan salah satu rangkaian ibadah yang tidak terlepas kaitannya dengan shaum ramadhan, untuk mengetahui lebih jauh bagaimana tertibnya sahur. Maka marilah kita menyimak penjelasan seputar sahur dibawah ini. Semoga bermanfaat dan bisa menjadikan ibadah sahur kita lebih bermakna. amiin..

Keutamaan Makan Sahur

Dari Anas bin Malik bahwa Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- bersabda:
“Bersahurlah kalian karena di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR. Al-Bukhari no. 1923 dan Muslim 1095)
Dalam hadits Amr bin Al-Ash secara marfu’:
“Pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)
Dan dalam riwayat An-Nasa`i, Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- bersabda tentang makan sahur, “Sesungguhnya dia adalah berkah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya.” Dishahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ Ash-Shahih (2/422)

Hukum Makan Sahur

Imam Ibnul Mundzir berkata dalam Al-Isyraf, “Umat telah ijma’ bahwa sahur itu dianjurkan lagi disunnahkan, tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya.”
Dan Ibnu Qudamah juga berkata dalam Al-Mughni (3/54), “Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini.” Maksudnya dalam hal sunnahnya makan sahur.

Continue reading

Advertisements

Hal-Hal yang Dianggap Membatalkan Puasa


Bismillah

Ada sejumlah persoalan yang sering menjadi perselisihan di antara kaum muslimin seputar pembatal-pembatal puasa. Di antaranya memang ada yang menjadi permasalahan yang diperselisihkan di antara para ulama, namun ada pula hanya sekedar anggapan yang berlebih-lebihan dan tidak dibangun di atas dalil.

Melalui tulisan ini akan dikupas beberapa permasalahan yang oleh sebagian umat dianggap sebagai pembatal puasa namun sesungguhnya tidak demikian. Keterangan-keterangan yang dibawakan nantinya sebagian besar diambilkan dari kitab Fatawa Ramadhan -cetakan pertama dari penerbit Adhwaa’ As-salaf- yang berisi kumpulan fatwa para ulama seperti Asy-Syaikh Ibnu Baz, Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin, Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, dan lain-lain rahimahumullahu ajma’in.

Di antara faidah yang bisa kita ambil dari kitab tersebut adalah:

1. Bahwa orang yang melakukan pembatal-pembatal puasa dalam keadaan lupa, dipaksa, dan tidak tahu dari sisi hukumnya, maka tidaklah batal puasanya. Begitu pula orang yang tidak tahu dari sisi waktunya seperti orang yang menjalankan sahur setelah terbit fajar dalam keadaan yakin bahwa waktu fajar belum tiba. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah setelah menjelaskan tentang pembatal-pembatal puasa, berkata: “Dan pembatal-pembatal ini akan merusak puasa, namun tidak merusaknya kecuali memenuhi tiga syarat: mengetahui hukumnya, ingat (tidak dalam keadaan lupa) dan bermaksud melakukannya (bukan karena terpaksa).” Kemudian beliau rahimahullah membawakan beberapa dalil, di antaranya hadits yang menjelaskan bahwa Allah k telah mengabulkan doa yang tersebut dalam firman-Nya:

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا

Ya Allah janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kalau kami salah (karena tidak tahu).” (Al-Baqarah: 286)
(Hadits yang menjelaskan hal tersebut ada di Shahih Muslim).

Begitu pula ayat ke-106 di dalam surat An-Nahl yang menjelaskan tidak berlakunya hukum kekafiran terhadap orang yang melakukan kekafiran karena dipaksa. Maka hal ini tentu lebih berlaku pada permasalahan yang berhubungan dengan pembatal-pembatal puasa. (Fatawa Ramadhan, 2/426-428)
Continue reading

Obrolan tentang Tahlilan


Di sebuah kampung..terjadi percakapan antara Pak RT dengan Kang Ian.

Tok..tok..Assalamu’alaikum” sahut seseorang dari luar.
Wa’alaikumussalam..siapa yah?” Kang ian yang lagi istirahat setelah mandi sore ini bertanya dari dalam.
Ini Pak RT, Kang..! lagi ada di rumah?” Sahut seseorang itu lagi.

https://i1.wp.com/www.swaberita.com/wp-content/uploads/2008/10/tahlilan.jpgSelanjutnya disingkat saja K : Kang Ian dan P : Pak RT
K: ” Oh Pak RT..ada apa pak? Iya nih baru pulang kerja..”
P: ” Ini kang..tetangga kita kan Pak Udin tadi siang meninggal..”
K: ” Innalillahi wa inna ilaihiraaji’un… kenapa pak meninggalnya? ”
P: ” Anu..sakit kang, maklumlah beliau kan udah tua… ”
K: ” Ohhh..tapi jenazahnya udah dimakamkan kan? Maaf saya tadi lagi dikantor Pak jadi gak bisa ikut membantu..”
P: ” Ohh ya g papa kang..udah beres koq diurus sama warga yang lain. saya cuma mau ngundang Kang Ian aja nanti sore ba’da sholat isya di masjid buat ikut acara Tahlilan di Rumah Pak Udin..gimana Kang Ian bisa kan? ”
K: ” Mmmm…gimana yah pak? Saya bukannya tidak menghormati. Mohon maaf ni pak..apalagi sebagai warga baru disini, saya memang belum tahu adat istiadat disini..saya memang agak keberatan kalau untuk mendatangi acara seperti itu..”
P: ” Loh memangnya kenapa kang..? Bagus kan..Wah jangan-jangan Kang Ian ini orang yang anti Tahlilan dan Maulidan yah..”
K: ” Waduhh hehe..gimana ya pak? Mmm kalau Pak RT gak keberatan, mending kita ngobrol-ngobrol di dalam aja pak. Kebetulan istri saya tadi barusan buat goreng pisang nih..enak loh pak pisang goreng bikininan istri saya. Mari pak..masuk dulu ke dalam, saya juga ingin ngobrol-ngobrol ni sama Pak RT. Biar lebih akrab aja pak..Mangga pak..silakan masuk, gak enak kalau ngobrol di teras…”
P: ” Wah apa tidak merepotkan ni kang..iya sih ini saya terakhir ngunjungi rumah Kang Ian, karena rumah Kang Ian kan di ujung..Jadi  habis dari sini rencananya saya langsung pulang..”
K: ” Tidak merepotkan koq pak RT, malah saya senang Pak RT bisa mampir kesini. Rumah saya terbuka buat siapa aja..apalagi buat Pak RT. Oh iya pak sebelumnya saya mau ngucapin terima kasih karena Pak RT udah bantu saya ngurusin surat-surat pindahan saya. Maklum pak keluarga baru ni hehe masih belum banyak pengalaman. Ngomong-ngomong Pak RT mau minum apa ni..Teh atau Kopi?
P: ” Ah itu mah emang udah tugas saya kang, sebagai Pak RT ya saya seharusnya membantu warga saya sendiri. Oh iya air teh aja kang..makasiih “

K: ” Baik pak RT..sebentar ya, saya masuk ke dalam dulu..”

Tidak berapa lama…

Silakan baca di halaman 2