Tauhid dan Pembagiannya


Bismillah

Tingkat kesadaran ummat islam saat ini tentang pentingnya ilmu dinul islam menyebabkan kita banyak beragama dengan cara yang keliru. Contohnya saja dalam masalah ibadah, kebanyakan muslimin malah mendahulukan berbagai macam bentuk ibadah yang hukumnya sunnah ( maksudnya, sunnah dalam pengertian fiqh. Dikerjakan mendapatkan pahala kalau tidak dikerjakan tidak apa-apa ) daripada yang wajib. Tapi sebenarnya itu lebih baik, karena ibadah sunnah itu ada tuntunannya dibandingkan dengan amalan-amalan yang tidak jelas asal-usulnya.

Dan banyak dari ummat islam yang mendeskripsikan islam dengan ibadah yang  hanya berbentuk amalan fisik seperti sholat, shaum, zakat, haji dan lain-lain. Semua amalan ini memang termasuk rukun islam yang telah Alloh syariatkan kepada kita. Tapi sudahkah kita tahu amalan apa yang paling besar sebelum semua amalan itu?

Yup. Kita ternyata telah melupakan Rukun Islam yang pertama kita yaitu Kalimat Syahadat. Sebenarnya kalau tanpa pemaknaan yang dalam, rukun islam yang pertama ini kelihatannya mudah sekali. Tapi dibalik itu sebenarnya terkandung makna dan hikmah yang besar bagi kita.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسَةٍ: عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللهُُ، وإِقَامِ الصَّلاَةِ، وإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصِيَامِ رَمَضَانَ، وَالْحَجِّ

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Islam dibangun atas lima rukun: Allah Subhanahu wa Ta’ala ditauhidkan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya no.8, Kitabul Iman, Bab Du’a`ukum Imanukum, dan Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya no. 16, Kitabul Iman, Bab Bayani Arkanil Islami wa Da’a`imihil ‘Izhami. Lafadz ini milik Al-Imam Muslim. Juga diriwayatkan oleh Al-Hafidz Al-Mizzi dalam kitabnya Tuhfatul Asyraf bi Ma’rifatil Athraf (7047) menggolongkannya hadits ini dalam hadits-hadits yang Al-Imam Muslim menyendiri dalam periwayatannya.

Mengapa begitu? Karena kalimat syahadat merupakan kalimat tauhid. Adapun makna tauhid, secara bahasa diambil dari kata:

وَحَّدَ الشَيْءَ إِذَا جَعَلَهُ وَاحِدًا

Maknanya: mentauhidkan sesuatu, jika menjadikannya satu.
Hingga secara syariat Tauhid itu bermakna: Mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap segala sesuatu yang menjadi kekhususan-Nya, baik pada perkara Rububiyah, Uluhiyyah, maupun Al-Asma` was Shifat.

Continue reading