Memaknai Tujuan


Bismillah

Ketika kita terbangun di pagi hari, terbersitkah dalam hati kita. Mau apa kita hari ini? Rutinitas yang membosankan terkadang hanya menjadi teman kita dalam menghabiskan jatah hidup kita hari ini. Perenungan akan berbagai macam janji perubahan menuju arah yang lebih baik pun seakan hanya menjadi sebuah proposal yang tidak pernah kita tahu untuk siapa ini kita tujukan.

Ketika kita berjalan diatas panas terik matahari siang ini, terbersitkah dalam hati kita. Sedang apa kita saat ini? Berbagai kebutuhan hidup yang terus memaksa kita untuk tetap terus bertahan dalam  usaha keras mengapresiasi hidup kita. Dan kita pun hanya bisa berjalan sendiri-sendiri tanpa mengindahkan sorot mata yang melemah di sepanjang jalan kita.

Dan ketika kita melangkah gontai di sore ini, terbersitkah dalam hati kita. Mau kemana kita kembali? Kelelahan yang sangat dan lemahnya persendian kita selalu memaksa kita untuk menatap senja dengan enggan. Terang ini akan berubah menjadi gelap gumam kita.

Dan ketika kita menarik selimut kita malam ini, terbersitkah dalam hati kita. Apa yang kudapat hari ini? Ketika kita menatap kembali ke atas dinding. Membaca tiap baris janji-janji kita untuk bisa menjadi lebih baik dari kemarin. Hingga lama-lama kita pun menutupkan mata tertidur dan mengawali episode mimpi kita hingga terlupakanlah tujuan yang seharusnya kita gapai di hari kemarin.

Mungkin masih ada esok untuk kita kembali mengulang cerita kita, Mungkin saja..

45 thoughts on “Memaknai Tujuan

  1. selamat pagi.

    ah iya,
    umur-umur beranjak tua memang sering memikirkan hal-hal aneh semacam ini,
    padahal sewaktu anak2 gak pernah.

    manusia oh manusia.

    terima kasih dan mohon maaf😮

  2. maka sesungguhnya apabila telah selesai mengerjakan sesuatu urusan maka kerjakanlah urusan yang lainnya dengan sunguh-sungguh (seinget sayah) di QS ….. berapa y????????? (sing pada intinya itu kudu buat skala prioritas dalam hidup baik Rencana Jangka Panjang ato Rencana jangka Pendek). perubahan itu ga selalu dapat diindikasikan secara langsung toh ada masa-masa inkubasinya…….^^

  3. tak mungkin hidup berjalan tanpa tujuan,bahkan ketika sesorang mengatakan hidup mengalir bagaikan air, tapi tak sadarkah bahwa airpun memiliki tujuan yang jelas yaitu air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah

    • betul tu kang🙂
      analogi hidup mengalir bagaikan air itu salah dideskripsikan..
      sementara air juga sebenarnya akan mengalir menuju ke muara ^^
      makasih atas komentarnya🙂

  4. jika hidup tak bermakna dan tak bertujuan, tak ubahnya kita seperti tamagotchi.. mkan -> tidur -> buang air -> bermain -> kembali ke awal lagi dan terus2 menerus berulang …. bosan😦

  5. lagi merenung ni ye.
    yang penting, apa sih sesuatu yang bisa kita ambil hari ini?
    itu aja, resapi maknanya, jika masih kurang, perbaiki esok hari!
    hehe

  6. isi hari hari dengan berbuat baik…
    agar tidak ada penyesalan dibelakang hari , krn hari hari yg dah lewat kita telah isi dengan berbuat sesuatu ….
    ttu kang ian sdh sangat …sangat memahaminya……

    salam.

  7. kita gak pernah tau, apa yg akan terjadi setelah kita lewati waktu2 tertentu dlm hidup kita.
    hidup penuh misteri, dgn demikian, marilah kita selalu mensyukuri tiap detik dr waktu yg kita rasakan dan lalui.
    Semoga hidup kita bisa bermanfaat utk orang lain,amin
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s